[oh London, UK 💕]

I always miss this atmosphere. It is fasnicating to be here, among the European *swing*

I enjoyed every conversation with british. I loved how hardly I tried to understand a woman explained about Univ of Edinburg. She talked too fast while two men beside her were also explaining to other visitor. I couldn’t imagine my face that time though XD

I truely realize that master degree isn’t this close. Four years -my waiting time just fyi- are too long. But for this time, let my dream blowed up, it will flexibly move to the future. Let me nurture my future first!

*pardon my bad english XD

one by one people leaving
coming and going
move one place to another
slow but sure
people start to leave and welcome the other

But not for us pleaseee!
Thank you for my one day full of laughter, for letting my weirdo encounters the day. Sorry for always laughing everytime I remember the way you posed at the Japanese costume. WKW!

Good luck for your days comin’,
For us, as the part of ‘state student/grad’
I pray we’ll soon settle in our hometown after placed outside there :“
I believe on our own happy ending :”

GRADUATION VIBE

It’s a pleasure, coming to a graduation ceremony. Though, it’s a reminder time to me too *diemdipojokan* XD

You know, from many grad ceremonies I’ve been came -UI UGM UNY STIS-, this time is a truely short-but-sharp time. I’ve been familiar to trying-hard-to-find-the-graduates in such crowded event. But, this some-days-ago euphoria make me think about my own grad time. Of course we pray to have it this year, my high school mates do soo.

As I know, the way has never been so smooth, there might be rocks in the middle of the way, also the ups and downs, but make sure that you, yourself is always heading to your destination #notetomyself:)

P.s. Foto di atas, foto wisudanya sahabat saya sejak SMA, barakallah yaa Mel 😀 semoga kami cepet nyusul!

GOR Universitas Negeri Yogyakarta
25 Februari 2017

octaraisa:

Camellia japonica.

Cantik yah
kalau kita lihat sekilas, bunganya mirip bunga mawar yak :), tapi namanya mirip kayak nama tumbuhan teh dan taraaaraa si geulis ini emang masih saudaraan sama Camellia sinensis si teh. Lihat saja mereka pakai nama marga yang sama

Ada apa gerangan dengan Camellia japonica?
Camellia japonica is one of the best known species of the genus
Camellia. Sometimes called the “Rose of winter”
. Yuppp Rose of Winter .
Jadi selain kawaii, doi juga sangat strong. Buktinya dia bisa dan malah
justru berkembang dimusim dimana kebanyakan dari makhluk-makhluk
sejenis nya akan berdormansi (tidur sementara).

Kalau kata ka @ayuprissa,
“Saya kaguuuuuum sama si camelia ini, kalau jadi manusia pasti saya
bakal naksir. Camelia ini rendah hati banget bunganya, di Jepang ada di
mana-mana tapi kalah ngetop sama sakura dan tulip. Bunganya juga tabah
banget, dikasi musim salju dan angin dingin juga masih cantek mekarnya,
tidak hanya sehari atau seminggu, mekarnya bahkan mungkin sekitar 2
bulan lebih”.

Selanjutnya,
Ayo saya ajak kenalan juga sama geng nya Cold hardy citrus

Cold hardy citrus?
Cold hardy citrus is a general term describing citrus with increased
frost tolerance which may be cultivated far beyond traditional citrus
growing regions. Citrus species and citrus hybrids typically described
as cold-hardy generally display an ability to withstand wintertime
temperatures below −5 to −10 °C
. wow bangat yah, masyaaLlah

Beberapa anggota geng Cold hardy citrus yang terkenal diantaranya Chinotto (Citrus myrtifolia), Calamondin (× Citrofortunella microcarpa), Nippon Orangequat (Fortunella crassifolia x Citrus unshiu), dan eh juga ada si Kumquat (Citrus japonica) << nama belakangnya samaan sama si Camellia emang branded bangat yak!, ga cuman elektroniknya, tumbuhannya pun juga:P

Terus apa kesimpulannya? Apa hikmahnya?

Beberapa waktu yang lalu saya sempat bangat terinspirasi dengan
beberapa orang yang Allah takdirkan saya membaca kisah hidupnya lewat
buku. Yang pertama adalah Muhammad Zulfikar Rakhmat, seorang mahasiswa doktoral di University of Manchester.

Ada yang berbeda dari Fikar,
Dia lahir tanpa tangisan. Asphyxia neonatal mengalahkan
syaraf-syaraf tubuhnya. Tanpa syaraf tangan dan ujung lidah yang tidak
berfungsi sempurna. Fikar difabel, tapi Allah menjadikannya istimewa
karena dia juga mengistimewakan dirinya dan tak pernah mengecilkanya :).

Yang kedua ada Bapak Handry Satriago, beliau CEO termuda GE (General
Electric) Indonesia yang merupakan bagian dari GE Company, perusahaan
yang didirikan oleh Issac Newton dan juga salah satu perusahaan terbesar
dan tertua di dunia.

Ada yang berbeda dengan Bapak Handry,
Pada usia 18 tahun ia terkena penyakit kanker getah bening yang
membuatnya harus memakai kursi roda hingga sekarang. Iyah sampai
sekarang, beliau memimpin GE Indonesia dengan kursi rodanya.:)

Tetiba teringat waktu kuliah Biokimia Bahan Alam.

Salah satu sebab kenapa kemudian Allah memberikan banyak kandungan
metabolit sekunder^ pada tumbuhan tertentu adalah karena salah satu ciri
dari Makhluk Hidup yang bernama tumbuhan adalah ketidak mampuannya
untuk berpindah tempat.

Maka jika manusia atau hewan berada dalam sebuah kondisi yang
mengancam, baik manusia ataupun hewan bisa bergerak untuk melawan
(mempertahankan diri) atau bergerak untuk menghindar (kabur :p).

Tumbuhan berbeda. Tapi Allah yang Maha Sempurna dalam setiap
penciptaannya tak begitu saja menciptakan tumbuhan tanpa bekal untuk
mempertahankan diri dari ancaman. Malah ya kalo dipikir-pikir tumbuhan
bisa lebih keren daripada hewan atau manusia. Kalo hewan dan manusia
bisa punya pilihan untuk kabur, tumbuhan ga punya pilihan lain selain
untuk menghadapi segala ancaman yang ada di hadapanya :). Lha iya, kan ga bisa kabur juga :p

Tumbuhan saja Allah ciptakan sepaket dengan metabolit sekundernya
yang membantunya untuk bisa survive, bertahan hidup dari segala macam
ancaman selama hidupnya :).

Maka apalagi manusia, yang Allah embankan titah sebagai khalifah di
muka bumi ini, yang Allah ciptakan dengan sebaik-baik penciptaan, yang
Allah tinggikan derajatnya diantara makhluk-makhluk Nya yang lain. Sudah
pasti Allah pun ciptakan seperangkat kemampuan kita sebagai manusia
untuk bisa survive menjalani setiap ancaman selama kita hidup :).

kalo dulu mba Qi pernah bilang,
“..yakinlah, Allah memberikan setiap amanah kepada kita, karena tsiqoh bahwa kita mampu menjalaninya, pun ketika kita masih merasa belum mampu. Allah akan memampukan kita melalui banyak cara dan perantara :)”

Have faith!

—-

Hehe, ini tulisan random bangat

Dari bunga ke jeruk ke mahasiswa S3 University of Manchester ke CEO GE Indonesia dan sampai ke materi kuliah BBA

Intinya saya hanya ingin mengingatkan diri untuk mencoba mengais
hikmah dari salah satu penciptaan Nya, Camellia japonica dan Cold hardy
citrus. Betapa mereka dapat menerima dengan sebaik-baik penerimaan atas
apa yang sudah Allah tetapkan padanya. Dan tidakkah mereka bisa
dijadikan symbol ketangguhan?. Tetap berbunga dan berbuah dalam kondisi
yang ekstrim sekalipun. Tetap memberikan kebermanfaatan dimanapun dan
dalam kondisi apapun :).

See,
Semuanya tidak terpengaruh dari dimana kita berada,
dalam kondisi apa kita sekarang,
dengan siapa saat ini kita bersama,
semuanya hanya dipengaruhi oleh satu hal,
kepada apa/siapa kita menggantungkan hidup kita ini

“Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu”
(QS. Al-Ikhlas ayat 2)

.
.
.
Referensi inspirasi:
tentang Handry Satriago >> Leiden! Karya Dea Tantyo
tentang Muhammad Zulfikar Rakhmat >> Inilah Jihadku karya Muhammad Zulfikar Rakhmat
tentang Camellia japonica dan Cold hardy citrus >> Wikipedia.com dan biodiversity.com
tentang metabolit sekunder >> materi kuliah BBA (Biokimia Bahan Alam)

^ Metabolit sekunder adalah senyawa metabolit yang tidak esensial
bagi pertumbuhan organisme dan ditemukan dalam bentuk yang unik atau
berbeda-beda antara spesies yang satu dan lainnya. Senyawa ini juga
tidak selalu dihasilkan, tetapi hanya pada saat dibutuhkan saja atau
pada fase-fase tertentu. Fungsi metabolit sekunder adalah untuk
mempertahankan diri dari kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan,
misalnya untuk mengatasi hama dan penyakit, menarik polinator, dan
sebagai molekul sinyal.

when two statisticians meet

Wuih pertama kali nih di kereta ngomongin sampling, asumsi normal, regresi, analisis data kategorik, statmat, sampe basdat, R, dan package.
Yap, semalem bersebelahan sama mbak-mbak alumni Statistika UGM. Langsung ngobrol panjang lebar tentang perbedaan kuliah kita sampai kerjaannya anak statistika univ dan kami (BPS).

Mbaknya ini udah kerja di salah satu perusahaan iklan di Jakarta Selatan, baru setahun kerja. Kerjaannya nggak jauh-jauh dari analisis data. Ternyata, datanya dari Niel*** (perusahaan yang bergerak di bidang informasi global buat penelitian, contohnya data rating TV). Nah, mbak sebelah saya ini tugasnya ngutak-atik data supaya berguna buat perusahannya which is masalah utamanya adalah di sampling error. Diakui bahwa metode sampling yang dipakai oleh perusahaan pengambil data itu nggak diketahui, jadi sampling errornya nggak tau deh tuh berapa, alhasil kadang datanya aneh. Well, tapi sumber dari situ sering dipakai orang *kata mbaknya.

Sekarang kembali ke perbedaan kuliah statistika di universitas dan di STIS.

Pertama, dari segi mata kuliah udah beda. Kalau di UGM lebih ke aplikasi statistika untuk ekonomi, aktuaria, dan pemrograman untuk suatu perusahaan. Materi survei contoh dan samplingnya dapet tapi dasar-dasarnya aja. Di sana juga ada peminatannya, aktuaria, pemrograman, biostat, dan lain-lain (saya lupa hehe). Kalau di IPB kata mbaknya sih lebih ke aplikasi di bidang pertanian. Tapi setau saya di sama juga ada aktuaria deh. Jadi, intinya di STIS lebih ke aplikasi buat survei dan sensus BPS atau bisa disebut official statistics. Sementara itu, di universitas dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan, BUMN, dan lembaga lain.

Next, ngomongin tentang prospek kerja. Saya rada tercengang sih, ternyata kalo mau ngelanjutin kerja yang pake ‘statistika’ itu biasanya kerja di Jakarta. Let say kalo di Jogja susah dan jarang banget dapet pekerjaan kalo mau yang sesuai dengan apa yang dipelajari di bangku kuliah (statistika dan tetek bengeknya). Wah, bener sih, karena pusat berbagai perusahaan besar dan multinasional di Jakarta, analisis data kan lebih mendukung ke pengambilan keputusan.

Yang bikin sedih adalah banyak temen-temennya mbaknya yang akhirnya kerja di bank gitu. Memutuskan untuk ‘menutup’ segala macam distribusi dan statistika yang bikin pusing itu. Saya juga pernah denger hal serupa di kampus ternama di Bogor yang diharapkan terjun ke pertanian tapi tak sedikit pula yang akhirnya kerja di bank. Yea, life is a choice, right?

Itu tadi sekelumit cerita di kereta. Maaf nyebut ‘mbaknya’ terus, kelupaan kenalan saking asyiquenya ngobrol *muehehe.

Di manapun kita bekerja, pastikan ada sedikit usaha konstribusi untuk bangsa, selain bekerja itu untuk membahagiakan orangtua dan ibadah kepada-Nya. Semoga semua ilmu yang kita pelajari memberikan manfaat untuk masyarakat luas. Semangat!

Gajahwong,
10 p.m.

“Jatuh. Terbangun. Jatuh. Patah. Jatuh lagi. Bangkit lagi. Patah. Menjadi perca. Lalu remuk. Bangkit. Jatuh lagi. Proses yang malam ini ingin kuberhentikan dengan titik keberdirianku melawan segala rindu dan rasa takut kehilangan, untuk kembali pada titah-Nya. Semoga tak ada jatuh lagi tanpa tangan yang siap memberdirikan, mengajak bersisihan menuju cinta-Nya. Aku takut. Takut sekali. Pada-Nya.”


I was just reading again the ‘Ephemera’ on a train to home when suddenly I came up to read those words. Felt like I ever thought the same thing. That day, one (un)fine day.

Mwihihi, but it was passed and things are getting much much better now. HAHAHA

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai