Percayalah, Kali Ini Saja

Rencana Allah itu emang dah yang paling baik. Pernah nggak sih merencanakan sesuatu sampe detail banget, sampe plan A, B, C, dst. tapi ternyata yang terjadi jauuh banget di luar ekspektasi. Sebagian dari kita mungkin pernah mengalami itu.

Gimana perasaannya pertama kali pas ‘menerima’ hal itu. Kecewa ? Gapapa, wajar kok. Tapi kecewanya jangan keterusan. Inget ini deh, “percaya sama rencana Allah, bagaimanapun itu”. Ikhlas. Berbesar hati. Dah itu aja. Seiring berjalannya waktu kita bakal tahu sedikit demi sedikit alasan ‘kenapa hal itu nggak terjadi seperti rencana kita’.

Tulisan ini buat pengingat diri. Barangkali kita lupa. Manusia kan tempat salah dan lupa. Makanya banyakin istighfar yuk.

Jakarta, yang malam ini cerah.
21.31 WIB

novieocktavia:

Kemarin sore, murabbi saya mengirimkan video ini kepada
saya. Awalnya tidak langsung saya buka karena saya sedang dalam perjalanan.
Sesampainya di rumah, saya menontonnya sambil rebahan meluruskan punggung dan
kaki setelah pegal karena macet di jalan. Menit-menit pertama, saya masih belum
merasakan apa-apa. Tapi, tengah sampai akhir video ini ternyata membuat mata
saya berembun.

Saya jadi teringat lagi pada beberapa tahun ke belakang,
ketika murabbi saya mengajak saya berdiskusi tentang tujuan-tujuan besar dalam
hidup hingga saya mendapatkan pemahaman baru, bahwa mimpi besar yang dimiliki
oleh setiap manusia perlu selalu dicek niatnya. Tentang keberangkatan studi,
pencapaian mimpi-mimpi, checklist besar dalam hidup, semua tidak akan berarti
apa-apa dan akan selesai saat kematian, kecuali jika semuanya dilakukan untuk
meraih keridhoan Allah. Ah, Ya Allah, betapa kami sebagai manusia tidak bisa
apa-apa dan lemah tanpa pertolongan-Mu. Bukankah semua energi yang kami miliki untuk
berjuang menggapai mimpi-mimpi juga berasal dari pemberian-Mu?

Sahabatku, semoga Allah memudahkan kita untuk memperbaiki
niat, meluruskan tekad, dan mengajak diri untuk berserah pada apapun yang
menjadi keputusan akhir-Nya. Sebab hidup tak lain hanya untuk-Nya.

Don’t break
the chain and let’s run to be eternal 🙂

Waaaaa :“(

You’re alone? He is al-Wakil (the Sufficient). You’re in pain? He is al-Shafi (the Healer). You’re poor? He is al-Ghani (the Rich and Self Sufficient). You’re a sinner? He is al-Rahman (the Merciful). You’re distant? He is al-Qarib (the Close). You’ve got problems? He is al-Nasir (the Helper). You’re in distress? He is al-Salam (the source of Peace) You need to talk? He is al-Sami’ (the Listener).

You don’t need anything or anyone when you have Allah.

Shaykh Mohammad Aslam (via islamicrays)
Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai