“Kok kalau liat instagram lu, kayaknya hidup lu keren banget
deh.”
“Hehehe, yaaaa, gitu lah emang gue”
—
Tanpa disadari,
dengan adanya dunia sosial media sekarang, entah itu Instagram, path, facebook,
dan berbagai platform lainnya, ada sebuah perilaku baru yang menjadi kebiasaan
baru bagi penggunanya, yakni mengatur-ngatur kehidupannya.
Pernah suatu ketika,
saya menjalani hari yang menurut saya itu biasa saja, berjalan-jalan di sebuah
tempat yang biasa saja. lalu teman saya melambat, dan ia sibuk melakukan sebuah
pose untuk melakukan foto.
“Untuk apa foto
kayak begitu?”
“Buat di upload”
Beberapa waktu
berselang dari kejadian tersebut. Saya mengunjungi IG teman saya karena
penasaran dengan foto yang dilakukan sebelumnya.
Ketika saya
melihatnya, wow, ternyata memang berhasil. Teman saya berhasil membuat
kehidupan yang biasa-biasa, menjadi sesuatu yang seolah luar biasa di
sosmednya. Fotonya indah, dan ia juga menambahkan caption yang menunjukkan
betapa kerennya perjalananya, padahal, bagi saya yang menjalani, itu hanyalah
hal yang biasa saja. Dan foto tersebut mendapat banyak likes dan juga comment
dari orang-orang.
“Waaa, keren bro.” ,
“Kok seru banget sih”
Yups, dia berhasil,
membuat sesuatu yang biasa, menjadi nampak luar biasa. Dia berhasil membuat
image, dia berhasil mendoktrin orang-orang, dia berhasil menipu para followers
nya.
—
Ya, tanpa disadari,
perilaku ini sering kita temui. Kalau saya bilang, istilahnya adalah “Atur atur
sosmed”. Perilaku ketika kita mengatur ngatur tampilan, foto, tulisan di sosmed
kita dengan sedemikian rupa, untuk menunjukkan bahwa kita ini keren dan kita
ini superior dibanding dengan orang lain.
Hal ini, mungkin
tidak berbahaya bagi orang lain. Tapi hal ini, sungguh berbahaya bagi para
pelakunya. Dengan sendirinya, ia akan disibukkan dengan mencoba mencari
berbagai cara, agar para followersnya melihat bahwa kehidupannya begitu
sempurna.
Di satu sisi,
tatkala orang-orang ini sibuk untuk mengatur penampilan hidupnya di sosmednya,
ada orang-orang yang sedang sibuk memperbaiki serta mengatur kehidupannya di
dunia nyata.
Orang-orang yang
sibuk mencari ilmu, orang-orang yang sibuk melakukan kebaikan, orang-orang yang
sibuk merubah dirinya agar menuju kebaikan, ya, banyak pula orang yang seperti
ini. Sosmed, jangankan mencicipi, mendengar namanya saja mungkin tidak pernah.
Tapi kehidupan nyata, jelas-jelas mendapatkan manfaat dari perubahan
kehidupannya.
Tidak, saya bukan
sedang mengajak untuk meninggalkan sosmed. Tapi saya mengajak agar kita tidak
lupa, bahwa daripada sibuk mengatur-ngatur tampilan kehidupan kita di sosial
media, ada baiknya kita juga tidak lupa memperbaiki kehidupan kita pula yang
sesungguhnya. Sehingga, tatkala kita memposting kehidupan yang luar biasa, itu
bukanlah dibuat-buat, tapi karena memang itulah kehidupan kita, kehidupan yang
luar biasa.
Oia, dan
mengatur-ngatur tampilan kehidupan kita agar terlihat lebih unggul dari orang
lain, bisa termasuk sifat sombong loh.
Apakah kita termasuk
orang-orang yang seperti itu? Semoga tidak. Dan semoga kita sebagai pengguna
sosmed, bisa menyibukan diri untuk terus memerbaiki kehidupan kita
masing-masing.
ATUR ATUR
Bandung, 16 April 2017