
For every good intention, I hope it grows, stands firmly, and stays timelessly 🌼

For every good intention, I hope it grows, stands firmly, and stays timelessly 🌼
Meninggalkan handphone di gr*bcar. Weellll done bangett!
Note to us : make sure that you don’t leave anything when you’re leaving, even a footprint.

So please stop asking yourself ‘Can it be?“
1. QOLBUN SYAKIRUN
Hati yg selalu bersyukur. Artinya selalu menerima apa adanya (qona’ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress, inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur. (QS 13:28, 2:152, 16:18, 34:14, 55:13, 14:7)
2. AL-AZWAJU SHALIHAH
Pasangan hidup yang sholeh. Pasangan hidup yang sholeh akan menciptakan suasana rumah dan keluarga yg sholeh pula. (QS 51:49, 17:32, 24:32, 24:26)
3. AL-AULADUL ABRAR
Anak yg sholeh/sholehah. Do’a anak yg sholeh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Allah SWT, berbahagialah orang tua yang memiliki anak sholeh/sholehah. (QS 17:23, 31:14, 46:15, 29:8, 25:74)
4. AL-BAIATU SHOLIHAH
Lingkungan yg kondusif untuk iman kita. Rasulullah menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang sholeh yang selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan bila kita salah. (QS 4:69, 51:55, 26:214, 5:2)
5. AL-MALUL HALAL
Harta yang halal. Bukan banyaknya harta tapi halalnya harta yang dimiliki. Harta yang halal akan menjauhkan setan dari hati. Hati menjadi bersih, suci dan kokoh sehingga memberi ketenangan dalam hidup. (QS 2:267, 43:36-37, 2:269, 2:155)
6. TAFAKUH FID-DIEN
Semangat untuk memahami agama. Dengan belajar ilmu agama akan semakin cinta kepada agama dan semakin tinggi cintanya kepada Allah SWT dan Rasulnya. Cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hatinya. (QS 45:20, 3:138, 5:16, 4:174, 2:269)
7. UMUR YANG BAROKAH
Artinya umur yang semakin tua semakin sholeh, setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Semakin tua semakin rindu untuk bertemu dengan Sang Pencipta. Inilah semangat hidup orang2 yang barokah umurnya. (QS 2:96, 35:37, 36:68, 225).
اَلْحَمْدُاللّهِ رَ ب العَا لَمِيّن
Reminder: H-42 Ramadhan
sumber: Group WhatsApp Kantor
Aku tau dirimu lelah, tapi bersabarlah. Ada aku yang ingin terus melangitkan doa-doa untukmu, agar Allaah senantiasa menjagamu dan menggantikan lelahmu dengan kebaikan-kebaikan yang tiada batasnya.

a turtle that looking at the eiffel
#roommatepalinganteng
saya, ayah, dan ibu ngobrol tentang turnover personil yang dialami sekolah dan perusahaan. ibu bercerita tentang fenomena yang unik–di mana para guru yang lebih senior cenderung lebih setia dibandingkan dengan yang muda. para guru muda itu adalah guru-guru generasi saya, milenial kata mereka. padahal, para guru senior telah bersama kami (sejak) saat semuanya susah, saat kelas masih di garasi. padahal, para guru junior yang akhirnya memutuskan pindah haluan, tidak sedikit yang sekolahnya diupayakan oleh ibu–supaya bisa kembali memberi dan berbagi.
saya jadi sedih–dan malu sih–atas (sebagian) generasi saya itu. kenapa ya daya tahan dan daya juang kami segitu-segitu aja. kenapa ya kami banyak berhitung tentang manfaat (bagi diri sendiri, uang terutama). kenapa ya kami selalu bertanya “what’s in it for me?” dan selalu “taking things for granted”. kenapa ya kami kemakan dogma-dogma tentang mengikuti passion sampai lupa tentang pesan nabi untuk menjadi bermanfaat. kenapa ya?
mungkin yang salah adalah sosial media–yang menampilkan kehidupan manis senang nan bahagia di permukaan, yang membuat kami (kita) melupakan hakikat perjuangan dan rasa syukur. mungkin yang salah adalah para motivator, yang menyerukan bahwa passion adalah segala-galanya–padahal kami (kita) yang diseru juga sekadar ikut-ikutan saja. mungkin yang salah adalah para pemilik lapangan kerja, yang berlomba-lomba pasang harga sehingga bekerja menjadi kegiatan transaksional belaka, jual beli jasa semata.
“generasi ibu nggak kenal tuh sama istilah passion. yang kami kenal itu menjadi bermanfaat sebab begitu pesan nabi. generasi ibu percaya bahwa rezeki itu paling banyak bisa dijemput di tempat di mana kita bisa bermanfaat paling banyak.”
kita yang muda punya banyak kesempatan, punya banyak jalan untuk dipilih. kita yang muda punya masa depan yang masih panjang. kita yang muda bisa mencoba-coba banyak hal, banyak bidang.
tapi, kita yang muda juga harus selalu ingat
untuk bersyukur secara utuh: atas yang dicapai dan tidak dicapai, yang didapat dan tidak didapat, yang dimiliki dan tidak dimiliki, yang dipertahankan dan dilepaskan;
untuk berterima kasih pada setiap peran yang telah menjadikan kita diri kita yang sekarang;
untuk menjadi makna dan menjadi manfaat–mengutamakannya.ibu dan ayah benar. apalah arti punya hidup keren kalau hanya untuk diri sendiri. inilah yang selalu saya sampaikan pada adik-adik saya, juga anak-anak saya kelak.
ada yang lebih penting daripada mengikuti passion, yaitu menjadi bermanfaat. pastikan bahwa setiap pilihanmu adalah manfaat–dunia akhirat.
ini jadi pr bagi kami juga—para mahasiswa—terutama yang akan lulus dari kampus mereka. apa artinya semua ilmu yang tinggi jika nantinya tak memiliki manfaat untuk ummat sama sekali?
padahal pada akhirnya nanti, salah satu pahala yg tidak akan terputus setelah mati adalah ilmu yang bermanfaat.
sepertinya kita harus bertanya kembali, apa sih yang sebenarnya kita cari di dunia ini?

You know, I always love travelling. Beyond its not-always-happy-story. Some unpredictable things will make it out of ordinary, isn’t it?
In a travelling time, meeting new peoples, feeling new places, tasting new foods are the things worth to be enjoyed. Travelling also can be something like short escape. Human need a space. Space among their hustle bustle activities. Space among lovely people because it will make something we call ‘missing feeling’.
I like observing on a travelling time. Even it is people’s activity when I got trapped on a traffic jam or people happiness among the crowd.
Actually, we are a forever traveller and life learner. We go to one place to another on our life stage. But I guess we won’t move from one person to another easily right? Good people stays #ehlah.
Lets (continue) travelling !