Nasihat itu tidak melulu dengan ucapan. Terkadang ia hadir dalam bentuk ujian, kadang dalam bentuk musibah, dan kadang pun dalam wujud manusia. Itu semua ada hanya untuk membuat kita kembali. Kembali pada jalan yang lurus.
Sebab, cara-cara yang sederhana dan biasa terkadang tidak pernah cukup untuk mengingatkan serta memberikan pemahaman akan suatu hal, bahkan tidak cukup kuat untuk mengembalikan kita pada jalan Allah. Sehingga sesekali kita mesti mendapat cubitan, bahkan bentakan yang cukup keras.
Ketika sebuah masalah singgah dalam kehidupan kita, terkadang kita lupa, begitu yakin kita bisa mengatasinya dengan segera. Dan saat masalah itu tiada habisnya hingga berubah menjadi musibah, kita menjerit-jerit, bahkan memaki-maki. Padahal, boleh jadi Allah justru sangat sayang dengan kita, boleh jadi tujuan terbesar Allah adalah agar kita bersabar, menjadi lebih kuat untuk masalah yang lebih besar nantinya. Dan mungkin juga musibah itu agar kita segera sadar telah melakukan kesalahan di masa silam.
Mari kita belajar melihat ujian dan masalah yang datang adalah bentuk nasihat yang positif, agar kita belajar, agar kita sadar, dan agar kita harus kembali karena sudah terlalu jauh dari Allah.
Orang yang bersyukur ketika bahagia itu tidak ada spesialnya sama sekali, tapi yang bersyukur saat sedang sedih itu baru istimewa. Orang yang bersemangat ketika berhasil itu biasa sekali, tapi yang tetap bersemangat menghadapi kegagalannya itu baru luar biasa. Orang yang berterima kasih ketika mendapat rezeki itu pun sudah biasa, tapi mereka yang berterima kasih saat diberi ujian, mereka tak terkalahkan. Semuanya hanya bagaimana kita menyadari kesalahan dan memetik hikmah dari peristiwa apapun itu. Apakah kita akan menjadi orang yang mengerti lalu kembali atau hanya menjadi orang yang tak sabar lalu berputus asa.
Hidup ini tidak seburuk manusia norak yang bertato tanpa narkoba.
Percayalah, meski kita kehilangan dunia beserta isinya, langit tidak akan berkurang birunya. Namun, ketika kita kehilangan cinta Allah, meski jutaan bintang terhampar di sudut malam, langit tetap tidak akan indah.
Bogor, 29 September 2016 | Seto Wibowo
Sukak ♥