Suatu pagi, dalam lingkaran tahsin, Ustadzah Mawaddah mengingatkan kami, bahwa sesuai dengan firman Allah dalam Surah Al-Hijr ayat 9,

“ Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya ”

Al-Qur’an akan terus terjaga, sebenarnya tak perlu dirisaukan tentang hal itu. Entah bagaimana caranya dan tentu saja dengan cara Allah, Al-Qur’an senantiasa terjaga melalui para hafizh. Masalahnya tinggal kita, apakah kita mau menjadi bagian dari mereka?

Menampar yhaa :“(

Semoga Allaah luruhkan rasa takut terhadap apa apa yang belum kita miliki. Semoga Allaah lepaskan rasa iri dengki terhadap apa apa yang orang miliki. Semoga Allaah beningkan hati kita dengan rasa syukur yang tiada batas.

🙂

Ah, tentu saja.
Amin ya Rabbal’alamin.

avinaninasia:

shellydeanggra:

Semalam saya dikirimin file ini via group Whatsapp oleh teman kantor saya aka Tigor. Karena saya merasa sayang banget kalau file ini saya simpan sendiri, maka akhirnya saya share lah ke beberapa group Whatsapp/Line dan melalui chat pribadi ke beberapa teman dekat/keluarga saya, cuma empat orang aja actually. Hahaha. Kalau kata Avina @avinaninasia, sahabat saya, “Iya ih, bagus kalau diprint” >.< kalau kata Pak Gading, teman angkatan kantor saya, “Menarik mbak. Matur nuwun”. Iyaa, tampilannya apik >.<

Nah, karena di tumblr pun bisa jadi hal ini bermanfaat, maka saya share juga lewat laman biru ini. Saya bukan yang membuat file ini (sumprit, file ini menarik banget!), saya hanya ikut menyebarkan aja karena itu tadi…sayang kalau saya simpan sendiri. Hehehe.

Artikel lainnya, bisa langsung ke link ini dan itu.

Untuk download file buku yang saya posting di foto, bisa klik dropbox di link paling bawah postingan ini, kemudian tinggal pilih menu download di pojok kanan atas. Hehehe.

Selamat Rabu pagi. Semoga Allah mempertemukan kita di Ramadhan nanti. Aaamin ya rabbal ‘alamin…

Tsakeepp 💕💕💕

Selamat Milad, Dr. Hardius Usman
Barakallah fii umrik, Pak!

Alhamdulillah, bimbingan hari ini dilanjutkan dengan sesi foto dan ngobrol-ngobrol dengan pak dosbing.

Beliau hobi jalan-jalan (travelling) sejak masih kuliah. Kini sudah puluhan negara pernah dijelajahi, dari Afrika, Eropa, Asia, Australia hingga Amerika. Lebaran depan beliau juga mau pulkam, ke Jepang *mupengmaks. Hobi itulah yang membuat beliau semangat bekerja tidak sekedar jadi pegawai biasa. Beliau juga sudah menulis novel dan buku ekonometrik. Beberapa buku yang beliau tulis tersebut mendukung karir beliau hingga kini.

Lastly, semoga beliau bisa membimbing kami hingga wisuda kelak dan menginspirasi kami untuk terus berkarya. Hestek penyemangat dulu yuk >> #InsyaAllah #Wisuda2017 #Amiin

Saat kita bergerak kemungkinan besar bisa terjadi gesekan. But, thats the way it should be. Bukankah kita memang harus terus bergerak? Dimanapun itu, gesekan tidak bisa kita hindari.

Maka teruslah bergerak. Jadikan tasbih, tahmid, dan istighfar sebagai pelumasnya.

Nasihat Umi

Ways to grow your soul

scattredthoughts:

Recitation of the Quran is the first thing you need to do to grow your soul. Within the sunnah you see a strong emphasis
on recitation. Any human being who wants to attain closeness to Allah needs to
open the Quran and read it. If you don’t do it, you have lost the most powerfool
tool to grow ur soul. For every letter that’s recited you receive ten rewards. If
you read the translation and commentary only, perhaps you should make an effort to learn to read the Arabic because the reward that is mentioned in the Quran and the hadith has nothing to do with translation, it has to do with articulation.

Salawat on the Prophet (saw) is the second thing that would help your soul grow. It
fulfills the mandate of the Quran: 

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا 
 "Verily Allah and His angels send blessings on the Prophet, O you who believe! Send you also blessings on him, and salute him with submission”. [33:56]

This is the
only act of worship that Allah says that I do, my angels do it so you should also
do it. By doing so, you don’t benefit rasoolAllah (saw) in anyway. It is a reflexive act: you send salawat on rasoolAllah, it reflects
back with ten salawat on you. You bring blessings upon yourself and it
gets presented to rasoolAllah. It connects you to the Prophet (saw) and its barakah
will connect your hearts. If you can’t do it abundantly, even once in the morning and once in the
evening would be sufficient for ur soul to grow.

It’tibah-e-sunnah is the third thing that causes your soul to grow. It’tibah-e-sunnah means internalizing the following of rasoolAllah (saw). Following his sunnah is the magnet that
draws Allah’s love, and Allah’s love is the most tasty food for our souls. By following him, what we
are doing is turning on our magnet so that it attracts Allah’s love.
For every sunnah that you follow you end up making yourself that much more beautiful to Allah. Prophet Muhammad (saw) said: “Allah is beautiful and He loves beauty.” [Muslim :911]
Therefore, what attracts the attention of Allah is the
sunnah. When you put on makeup and
dress all pretty, you might be attracting the attention of others around you
but to attract the love of Allah, we require the sunnah, and ecstasy lies in
finding in every tiny sunnah of rasoolAllah and following that sunnah from head
to toe, from heart to soul.

Notes from a lecture by Shaykh Dr Hussain.

Yang dititipkan oleh-Nya

Yang paling sulit diterapkan manusia salah satunya adalah merelakan dan mengikhlaskan sesuatu yang amat dicintainya. Padahal apapun yang kita miliki saat ini sejatinya semua hanya titipan.

Yang dimiliki saat ini saja hanya titipan, apalagi yang masih belum menjadi milik kita?

Kadang manusia terlampau serakah untuk mengingkan semuanya 😦

Ampuni Ya Allah, berikan kesabaran dan keistiqomahan pada hati

Jika suatu hari kami bersedih atas kehilangan, sadarkan kami akan hakikat yang sebenarnya

(via hairaria)

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai