Hard to leave you* this time :“
*the tallest one isn’t on frame
Distance might lays but du’a makes us be as close as ring finger and middle finger yeaaahh

Arisan ingkang pungkasan lan buko poso sareng-sareng kaliyan kanca-kanca Ngayogyakarta.
– well captured by Meidina
Saya selalu suka belajar dari orang lain. Entah itu dari mendengar ceritanya, memperhatikan apa yang dilakukannya, membaca apa yang menjadi pola pikirnya melalui tulisan-tulisannya, atau apapun. Alhamdulillah, Tabaarakallahu, sejak beberapa bulan terakhir Allah ternyata mengizinkan saya untuk belajar banyak hal dari kerabat terdekat: tetangga depan rumah.
Baru beberapa bulan saja saya mengenal seorang Ibu dan keluarganya di rumah itu. Setiap hari mereka tinggal berempat: seorang Ibu yang keshalihannya terpancar dari wajahnya, seorang Bapak yang ketegarannya terlihat dari sikapnya, serta dua orang anak yang masih kecil-kecil dan sedang menghafalkan Al-Qur’an. Dari segi ekonomi, mereka memang kurang berkecukupan, tapi, Maa syaa Allah, saya seolah melihat potret keluarga muslim yang utuh dari mereka. Bahagia rasanya, saya merasa memiliki keluarga baru sebagai tempat berbagi apa saja.
Minggu depan, anak sulung mereka akan mengikuti lomba Hafidz Qur’an. Terharu sekali ketika mendengar Ibunya berkata, “Kakak, engga usah kepengen piala, ya! Ini buat pengalaman, biar kakak semangat terus belajarnya. Nanti biar Allah aja yang kasih piala buat kakak.” Merinding! Di saat orangtua lain mungkin sedang memotivasi anaknya untuk mengumpulkan piala, Ibu ini memotivasi anaknya untuk mengejar hadiah dari Allah, hadiah yang tidak akan setara dengan piala-piala dunia.
Ibu dan Bapak di keluarga itu adeeeeem sekali ketika dilihat. Kata-katanya santun, cara berpakaiannya sederhana, dan sikapnya pada hidup-jika saya lihat dari bagaimana cerita-cerita yang diungkapkan-juga sangat bijaksana. Ternyata, selidik punya selidik, sikap tersebut hadir dari kelapangan hati mereka untuk berserah kepada Allah bagaimana pun keadaannya. Sampai suatu hari saya pernah bercerita pada Ibu saya, “Seneng banget ya ngeliat mereka. Adeeeem banget. Shalih-shalihah, ya Allah. Kayaknya hidupnya mau diapain aja sama Allah juga tetep taat. Lha aku? Ya Allah, banyak banget ngeluhnya!”
Ditakdirkan Allah bertetangga dengan mereka ternyata membuat saya merasa seperti memiliki cermin terdekat! Ya, cermin terdekat yang selalu berhasil membuat saya berkaca akan banyak hal. Apa kabar keimanan saya? Apa kabar semangat menuntut ilmu saya? Apa kabar hafalan saya? Apa kabar kegigihan saya dalam ikhlas dan bersabar terhadap keadaan? Apa kabar hati saya dalam menerima ketetapan Allah? Ah, saya mau nangis! Ya Allah, mohon ampun atas semua kekurangan, kesalahan, dan tidak tahu dirinya saya.
Coba cek sekitarmu, adakah orang(-orang) yang ternyata menjadi cermin terdekatmu? Let’s look into yourself!
______
Tulisan ini adalah bagian dari rangkaian #30daysramadhanwriting yang saya tuliskan selama bulan Ramadhan 1438 H dengan tema “SELFIE 2 – Let’s Look Into Yourself!”

Yuk banyak-banyak bersyukur!
Masih banyak di luar sana yang tak seberuntung kita. Misalnya adek-adek ini, mereka ada yang yatim, bahkan ada yang sudah tak lagi ditemani kedua orang tua di dunia.
Rabbighfirli waliwalidayya warhamhuma kama rabbayani shaghirah ❣
Yayasan Cahaya Hati
Jalan Kebon Nanas 3

Bukankah menjaga silaturahmi itu indah dan membahagiakan? 💞
-Bersama 3SE3 (SEIGA)
5 Juni 2017
Ada yang sepaket dengan perjumpaan. Kita menyebutnya perpisahan. Padahal, kita tidak benar-benar berpisah bukan? Hanya jarak dan waktu yang memainkan peran mereka. Bahkan perpisahan dunia pun, untuknya kita bisa berdoa agar dipertemukan lagi di akhirat kelak.
Perpisahan juga sayangnya sudah sepaket dengan rasa sedih atau paling tidak nuansa “gloomy”. Karena perpisahan (terhadap apapun) ini tidak bisa dicegah, saatnya kita menikmati segala perjumpaan yang masih bisa dirasakan.
Perpisahan dengan murid les privat hari ini cukup membuat “gloomy evening”. Agak sendu-sendu gimana gitu, karena saya udah deket sama ni anak. Anak yang jail dan cerewet kadang suka ngeyel. Berat sih mau mutusin berhenti, tapi banyak alasan yang membuat semua les privat harus dihentikan. Lagian anak ini juga udah selesei ujian kenaikan. Last thing yang membuat seneng (salah satunya) adalah nilai ujian math yang naik lumayan banyak. Well done, tingkatkan lagi yak!
Semoga ini bukan perpisahan, semoga nanti kita bisa ketemu lagi ya, adek ganteng !😂

Repost Islamographic.
Jangan berhenti mendoakan Bapak Ibuk dan jangan berhenti meminta doa restu Bapak Ibuk.