Nikmatnya bernafas normal

panduwinarta:

Catatan diary #1

Pagi ini terasa berbeda seperti biasanya. Sudah hampir 5 bulan terbaring dan terhisap dalam roda roda kehidupan bahwa aku yakin bisa survive dan sembuh dari penyakit ini. Penyakit ini terus menggerogoti badan yg dulunya bisa disebut atletis kini tinggal kulit dan tulang. Badan ini terasa ringan, seperti yakin bisa lari sekencang mungkin tapi apa daya untuk berdiri aja butuh usaha yg luar biasa. Sudah gak terhitung lagi ini day ke 150- sekian aku masih bisa tersenyum dan mengucap syukur masih diberikan kehidupan setiap paginya.

Terbesit dalam lamunan, mencoba untuk update dan menulis sedikit coretan yg terinspirasi dari buku chicken soup untuk menumpahkan uneg2 agar menjadi bahan instrospeksi bahwa kamu masih disayang dan sedang diperhatiin oleh Allah. Aku mendapat tumor paru2 di sebelah kanan, kata dokternya aku menderita penyakit timoma. Aku dibawa dari Jakarta ke Yogyakarta untuk dirawat di rumah. Bunda takut di Jakarta. Macet dan bingung mau kemana mana, maklum keluarga kami dari desa dan tidak pernah sakit. Ini pengalaman pertama bagi keluarga saya divonis penyakit yg ā€œagakā€ berat. Paham kami orang miskin dilarang sakit. Karena biaya dokter dan rumah sakit amatlah mahal bagi kami waktu itu. Apapun yg terjadi kami harus tetap sehat.

Masih bisa dihitung dengan jari tangan dan kaki berapa kemoterapi, sinar, rontgen, CT scan, infus, obat obatan, opname dan semua efek sampingnya yg alhamdulillah masih bisa bertahan. Yg jadi problem adalah yg diserang adalah paru paru. Tempat kita bernafas. Coba kalo gak bisa bernafas rasanya gimana. Tahan nafas aja 5 menit, kita akan cepet cepet bwt kembali menghirup udara segar. Saya udah membuktikan kalo ceramahnya ustad ustad tentang nikmat bersyukur masih bisa bernafas dan kita tidak disuruh membayar oksigen untuk hidup itu benar adanya. Oksigen harganya lumayan mahal gaes, apalagi kita setiap hari bernafas. Gak bisa dibayangin berapa tabung oksigen yg harus kita punya. Dan kalimat ini selalu benar, nikmat Tuhan manakah yg kau dustakan ?

Jika kita terus mengeluh yg ada kita malah jadi lebih sakit, bahkan mau berteriak kalo itu sakit juga tidak menimbulkan kesembuhan. Apa dengan berteriak sekeras kerasnya dan semua orang tau kalo itu sakit banget membuat kita merasa perlu dikasihani bahwa kita ini lemah dan tidak berdaya ? Hal ini saya jumpai waktu saya opname kemo yg ke 4, ada pasien kanker prostat yg teriak teriak mengeluh kesakitan dan hampir tiap malam menjerit, kemudian dia mendengkur amat keras yg membuat saya tidak bisa beristirahat. Beliau dulu adalah mantan kepala sekolah yg gagah. Dan dengan sakit kita ditunjukkan alangkah tidak berdayanya manusia di kala sakit. Yang kita yakini sebenernya memang kodratnya kita ini sebagai manusia makhluk yg lemah dan tidak berdaya. Sudah diam saja dan perbanyak istigfar. Jadikan sabar dan shalat sebagai penolongmu.

Banyak sekali hikmah yg bisa dipetik, sampe saya harus punya oksigen sendiri di rumah. Tabung gas ukuran sedang jadi saksi dan penolong dikala sesak nafas. Manusia itu bener bener tidak berdaya di kala sakit. Mau badannya besar, pernah mendaki gunung, menyeberangi sungai, berenang di lautan, berprestasi baik di bidang akademik maupun karir, jika semua itu diambil subhanallah. Apa lagi yg bisa dan mau disombongkan ? Bener bener sampe gak bisa nafas. Rasanya kalo jiwa ini diambil pahala apa yg bisa dihisap. Kebaikan apa yg bisa jadi penolong. Amalan amalan apa yg membantu untuk meringankan pertanyaan pertanyaan alam kubur yg selalu diterangkan guru agama saat sekolah. Gak kebayang apapun yg ada aku cuma mikir hari ini hari jumat bukan ya. Kalo misalnya hari ini hari jumat alhamdulillah, kalo bukan ya astagfirullah. Pikiran yg kedua yg muncul adalah aku udah shalat belum ya. Waktu itu kejadian jam 2 pagi. Langsung tanpa pikir panjang di tengah sesak nafas yg melanda yg keinget adalah shalat isya. Langsung bayangin shalat isya sambil salam. Terbesit dalam lamunan ya Allah mohon ampun, mohon ampun sambil memejamkan mata. Teringat dalam kajian Islam, Rasulullah saw yg dijamin masuk surga aja setiap harinya mohon ampun, mengucap istigfar 100x. Aku yg gak dijamin aja, ah sudahlah. Gak tau berapa kali. Yg jelas aku jadi lebih tenang, nafasku kembali normal. Malam itu menjadi malam yg panjang. Ibuk dan adek sudah bersiaga di tempat tidurku. Yg ada mereka keras keras membaca doa memegang kaki dan tanganku. Takut kalo aku sampe tidak sadarkan diri. Bibir ini yg ada hanya mohon ampun dan mohon ampun.

Waktu pun terus bergulir jam 3 pagi kemudian jam 4 sampai akhirnya adzan subuh berkumandang hati ini mengucap syukur masih diberi kesempatan untuk kembali menemui pagi. Biasanya kalo sehat, aktivitas bangun pagi menjadi hal yg biasa. Bangun, badan terasa Segar, atau masih pegel pegel, mager terus tidur lagi. Bagi orang sakit bertemu pagi adalah bertemunya harapan hidup. Masih diberikan kesempatan di dunia untuk menemui matahari pagi.

Dibalik sakit yg diderita ternyata Allah berikan nikmat yg luar biasa. Nikmat itu berupa ( Bersambung…. )

Innalillahi wa innailaihi raji’un.
Semoga Mas Pandu mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Aamiin.

Tulisan ini… sangat sangat ngingetin kita :“”
Astaghfirullah …

Hari Guru

Me : “Buuk, selamat hari guru ibukku sayang. Semangat selalu menjadi pahlawan tanpa tanda jasa untuk semua. Kangeeen ibuk.”

Mom : “Makasih sayang. Semua juga kangen kamu. Terharu seharian ini. Daritadi ibu nginget-inget guru SD yang masih siapa ya. Juga diomongin sama bapak tadi. Sampai bapak bilang besok dianter ke Bu Walijah. Subhanallah.”

Me : “wah Bu Walijah juga sampe jadi guruku SD buk. Kalo guru tk dari jamanku sampe Alis sekarang Bu Surat itu. Kalo guru SD, paling kangen sama Bu Rokhim yang lama banget nggak ketemu.”

Percakapan sama ibuk Jumat malem. Pagi ini (Senin) dp whatsapp Ibuk: fotonya sama Bu Walijah. Mantap.

Ada yang diam-diam, Ada yang terus terang

luqmanomen:

Ada yang diam-diam, mengamatinya dari jauh, meski itu melalui kabar dari teman, hanya untuk tahu bahwa dirinya baik-baik saja. Ada yang diam-diam mendoakannya, agar tetap disendirikan sampai sampai ia mendatanginya suatu hari. Ada yang diam-diam menjadikannya alasan untuk mengubah dirinya menjadi lebih baik. Ia sedang mengusahakannya

Tapi ada yang terus terang menjadikan cintaNya dan pengharapanNya yang utama dibandingkan yang lainnya. Mencintai dan membenci sesuatu karenaNya. Apapun bentuknya, semoga tidak melebihi cinta pada Dzat yang paling layak dicintai. Cinta yang selalu menghadirkan petunjuk. Cinta yang tumbuh bersama pengharapan di sepertiga malam yang teduh. Cinta yang membentengi dari mata dunia yang palsu. Cinta yang tak akan habis oleh waktu

Karena ia begitu yakin, Ā bahwa keindahan cinta, tatkala sebuah cinta dibangun batas dasar keinginan meningkatkan keimanan dan ketakwaan diri maupun bersama hingga tercapai bahagia di dunia hingga akhirat

Ya Allah, perbaiki kami dan bekali kami dengan kekayaan iman dan kematangan hati, dan pertemukan kami dengan seseorang yang cantik imannya, yang selalu menjaga dirinya dalam kesucian, yang menjadikan dunia laksana ladang amal dan surga, sebelum nikmat surga yang sebenarnya.Ā  Yang mampu satukan dua perbedaan dalam satu ikatan suci. Yang mampu melihat kekurangan sebagai kesempatan baginya untuk melengkapi dan menjadikan kelebihan sebagai kekuatan baginya.Ā Yang dapat saling mengisi seperti matahari dan bulan. Yang dapat menikmati perjalanan Ā dalam kesetiaan ruang keshalehan dan kasih sayang, hingga sejarah menutup akhir perjalanan. Hingga rambut memutih. Hingga ajal kan datang menjemput diri.

Terus diulang, agar doa itu semakin mengangkasa, agar doa itu semakin kuat menggetarkan bumi dan langit serta mampu membuat sang Rabbi memberikan kuasaNya untuk menjadikan doa itu terwujud.

Semoga, doa yang sama juga sedang dipanjatkan seseorang. Agar doa-doa itu semakin menyatu dan meyakinkan Allah untuk memberikan keridhaanNya.

Aamiin.

To Be Ready

academicus:

Sehabis menonton 500 Days of Summer, ada satu kutipan yang nempel banget di pikiran saya.

Kutipan itu, terjadi dalam obrolan antara Tom yang diperankan Gordon-Levitt dan Summer yang diperankan Zoey Deschanel – artis favorit yang masya-allah-cantik banget-matanya. Saya pernah lihat Zoey di beberapa film, tapi di film ini saya baru sadar, yang bikin dia cantik banget adalah matanya.Ā 

Sampai-sampai ada akun lawak di Tumblr: @guyswithzooeyes​ yang didekasikan untuk menempelkan mata Zoey di banyak muka artis lainnya.

Obrolan itu terjadi saat Tom menanyakan apa yang terjadi dengan hubungan Summer sebelumnya yang gagal dan tidak berlanjut.

ā€œWhat happened? Why didn’t they work out?ā€

Jawabannya, menampar dan membuat saya berpikir sejenak.

image

ā€œWhat always happens. Lifeā€


Konteks obrolan tadi mungkin tentang hubungan. Tapi jawaban Summer, adalah jawaban sederhana untuk banyak mozaik kehidupan.

Dalam banyak titik di kehidupan kita, ada hal-hal yang berubah begitu saja. Tidak ada rencana, tidak ada tanda-tanda, tapi kehidupan terjadi dan perubahan harus dialami.

Boom. Just like that.

Kitanya sih mungkin ga pernah kepikiran untuk menjalaninya. Kita mungkin punya bayangan yang berbeda. Kita mungkin sudah menggambar peta dan menuliskan rencana; tapi kehidupan datang dan kita harus menerima.

Dulu, atau bahkan mungkin sampai sekarang, saya masih sering percaya bahwa hidup itu bentuknya lurus-lurus saja. Tapi semakin dewasa, semakin banyak bertemu masalah dan orang yang berbeda-beda, ternyata hidup tidak semulus yang saya kira.

image

Saya sudah sering melihat gambar ini sebelumnya. I used to take it as a joke. Turns out, it’s not.

It never was.

Hidup hadir dengan kejutan-kejutan tidak terduga. Sama seperti melakukan perjalanan, kita harus punya rencana. Tapi kita juga harus selalu siap dengan kemungkinan salah jalan, tetiba turun hujan, bertemu jalan buntu, atau tetiba harus berputar dan pindah haluan.

We gotta learn how to pivot.

Saya mungkin sudah lumayan sering cerita di blog/podcast bahwa saya contoh nyata salah jurusan, tapi pemikiran tentang itu tidak ada sebelumnya.

Saya ingat dulu waktu SMA, saya anak olimpiade Biologi.

Saya pikir, saya memang anak biologi. Saya pikir, sains adalah ladang saya untuk berkontribusi. Saat membuka diari semasa SMA (iya saya punya diari), saya pernah punya cita-cita menjadi saintis lab yang menemukan unsur baru. Saya juga pernah bercita-cita menjadi wildlife photographer, jurnalis National Geographic, atau pembawa acara program seperti BBC Wildlife.

Tapi ternyata kehidupan terjadi. Life happens.

I learned. I met people. I changed.

Then, I moved on.


Kita mungkin berharap perubahan terjadi di saat kita siap. Sayangnya, waktu adalah misteri dan kehidupan tidak pernah mau berkompromi.

Saya jadi teringat dialog di film Doctor Strange, sesaat sebelum The Ancient One meninggal dan menitipkan pesan agar Strange bersiap melanjutkan perjuangannya.

Strange mengelak dan berkata, ā€œI’m not readyā€.

Jawaban The Ancient One menampar dan jujur apa adanya.

ā€œNo one ever isā€, katanya sambil memegang tangan Strange. ā€œWe don’t get to choose our timeā€

Kehidupan mungkin terjadi di saat kita siap, tapi lebih sering lagi, kehidupan datang agar kita siap.

Kita tidak pernah bisa memilih kapan waktu yang tepat untuk kita. Tapi percayalah, Tuhan selalu menyiapkan skenario terbaik-Nya.

So next time Life happens and put you in a condition you don’t want, maybe you may want to think it for a while.

Maybe, He wants you to be ready.

*once again, maybe, He wants you to be ready*

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai