khairim:

Pas mau nulis,

A: “Ah, nyari inspirasi dulu deh…” *scroll Tumblr* *scroll Medium* *dan gak jadi nulis*

Pas mau ngedesain,

A: “Ah, nyari inspirasi dulu deh…” *scroll Behance* *scroll Instagram* *dan gak jadi ngedesain*

Kalau kata Gary Vee,

“Stop scrolling through your feed right now and work, you’ve been inspired NOW EXECUTE.”

Jaman sekarang inpirasi itu ada di mana-mana, tinggal kitanya aja yang mau mulai berkarya atau enggak.

Jadi, jangan lupa berkarya hari ini. 🙂

tertohoq. wqwq

Ladangnya Masing-masing

hanamaulida:

Sabtu lalu saya mengikuti sebuah acara capacity building yang diselenggarakan oleh lembaga tempat saya
bekerja, Dompet Dhuafa. Pada kesempatan kali ini hadir Bapak Erie Sudewo (Pendiri Dompet Dhuafa) sebagai pembicara. Dari sekian banyak inspirasi yang saya peroleh dari beliau, inilah
kisah yang paling meninggalkan bekas
di hati.

“Pak Erie, saya punya ibu hebat sekali. Saya kagum dengan
beliau” kata seorang anak muda.

Semua orang pun
begitu, kagum dengan ibunya. Apa istimewanya?
kata Pak Erie dalam hati.

Pak Erie tidak menjawab apa-apa, namun mempersilahkan si
anak muda menceritakan ibunya yang ia sebut hebat itu.

“Pak, Ayah saya keterbelakangan mental. Adik dan Kakak saya
juga. Cuma saya yang normal.”

Hmm, ini mulai menarik.

“Wah, lalu?” Pak Erie mulai tertarik dengan cerita kehebatan
Ibu dari si anak muda.

“Dulu, kakek saya menjodohkan Ayah dengan Ibu. Demi
menghargai pilihan orangtua, Ibu saya menerima. Sampai hari ini, Ibu saya
merawat Ayah. Merawat kami sekeluarga. Tak pernah sekalipun saya dengar Ibu
mengeluh. Dan saya baru menyadari sekarang ketika saya akan menikah, betapa hebat Ibu saya…..”

“Benar. Ibumu benar hebat. Insyaa Allah ganjaran beliau adalah
surga” Kata Pak Erie takjub.

Di kursi tempat saya duduk dan mendengarkan Pak Erie, saya pun tertegun. Merinding dibuatnya.

***

Siapa sih yang tidak menginginkan pasangan hidup yang ideal?

yang memiliki pemahaman agama yang baik,

yang wajahnya tampan/cantik,

yang nyambung
ketika membicarakan banyak hal.

yang sama-sama saling mencintai.

yang bisa saling mengingatkan dalam kebaikan.

Ah, ini terlihat sempurna ya. Ladang amal nampaknya bisa kapan saja dituai. Surga juga rasanya jadi tampak
lebih mudah diraih.

Tapi Allah memang Maha Besar. Diciptakannya ketidaksempurnaan dalam bentuk lain sebagai ladang amal bagi siapa saja yang mau bersabar. Sehingga dari sabarnya
itulah Allah akan menghadiahkan rahmat-Nya. Karena siapapun juga memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh ridho-Nya.

Dalam kasus Ibu yang diceritakan di atas, ia tentu punya
pilihan untuk tidak menikah dengan suaminya. Menolaknya dengan alasan yang
bahkan diperbolehkan secara agama. Tapi ia memilih suaminya, tanpa syarat. Ia bersabar karena yakin, bahwa suaminya adalah ladang baginya untuk beramal.

Jadi, untuk kita yang masih dalam tahap memilih pasangan
hidup, pilihlah sebaik-baiknya. Tentukan dengan mantap, karena hanya kitalah yang tahu kemampuan dan batasan diri kita. Jangan takut akan menyesal, jangan takut menatap kedepan. Minta kepada Allah, agar selalu diteguhkan
dalam iman dan dilancarkan dalam setiap ujian. Karena setiap orang toh akan menemui masalah dan ladang amalnya masing-masing.

“Pernikahan yang
dengan cinta, kemudian bertahan, itu biasa. Pernikahan yang tanpa cinta,
kemudian BERTAHAN, itu baru  luar biasa” –Erie
Sudewo.

jadi inget bapak ibuk, sabar dan sayang banget sama adekku yang terspesial 💕

boycandra:

Ada
yang orang lain dapatkan, tapi kita tidak mendapatkan. Ada yang kita
dapatkan, tapi orang lain tidak bisa meraihnya. Hidup ini sudah ada
jatahnya masing-masing. Tetaplah berjuang. Tidak semua yang pas pada
orang lain, juga pas pada kita. Meski pun, itu bisa kita dapatkan juga.

–boycandra

drxgonfly:

Flora (by

Kristina Manchenko)

starrystory:

Rule of Ten

Hari ini, alhamdulillaah, supervisor saya mengajarkan saya tentang “Rule of Ten”, sebuah teori untuk kita membuat pertimbangan sebelum memutuskan suatu perkara. Rule of Ten ini terdiri dari:

  • Ten days
  • Ten months
  • Ten years

Maksudnya adalah, setiap apapun yang kita perbuat, alangkah baiknya jika kita pertimbangkan Rule of Ten yang mungkin terjadi setelah perbuatan tersebut kita lakukan.

Ten Days. Apa yang akan terjadi dalam 10 hari kedepan setelah kita melakukan sesuatu?

Ten Months. Apa yang akan terjadi dalam 10 bulan kedepan setelah kita melakukan sesuatu?

Ten Years. Apa yang akan terjadi dalam 10 tahun kedepan setelah kita melakukan sesuatu?

Ya, Rule of Ten adalah cara membuat pertimbangan secara cepat sebelum kita memutuskan melakukan sesuatu. Walaupun apa yang terjadi di kemudian hari tidak akan bisa dengan tepat kita prediksi, tapi insyaAllah memberikan gambaran untuk kita, benar tidaknya kita memutuskan demikian…

Karena masa yang akan datang adalah akumulasi dari perilaku tiap – tiap hari. Ditambah dengan doa dan berkah dari Allah. Jadi jelas tidak ada yang bisa menjamin. Tapi paling tidak, saat kita lebih hati – hati mengambil sikap, insyaAllah kita bisa meminimalisir kejadian – kejadian di masa mendatang yang tidak kita harapkan.

Entahlah. Hanya Allah yang tahu kebenaran.

Selamat berhati – hati mengambil langkah 🙂

Surabaya, 19 September 2017

stella maris

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai