
a city made of ambition and egoism.
in frame : Mei***ta

a city made of ambition and egoism.
in frame : Mei***ta
Bersembunyi di Tumblr. Tempat istirahat dari gemerlap instagram.
– tumblr adalah malam, tepat ketika mata ingin terpejam. Tumblr adalah ketika sekitar mulai sepi, lampu kamar sudah mati, tapi isi kepala mulai riuh sendiri. Berdebat kusir dengan hati. Tempat keluarnya penyesalan dan pengharapan. Tempat buncahan hati yang terpendam selama hari terang. Tempat aku, sebenar-benarnya aku. Tenggelam dalam tulisan.
©kurniawangunadi
Seseorang begitu tenang dalam menunggu, sebab dalam hatinya ada rasa percaya. Mengapa ada keresahan, kekhawatiran, kegelisahan? Karena tiadanya percaya. Tidak ada satu hal yang pasti memang, tapi rasa percaya mampu meredakan ketidakpastian.
Kau menunggunya, itu ketidakpastian. Kau mau percaya? Tidak ada satupun darinya yang bisa membuatmu percaya bahwa kau harus menunggu sekian lama. Jadi, meletakkan kepercayaan itu harus pada tempatnya.
Allah masih menjadi yang pertama, kan?

Stories For Rainy Days (3)
One day we will be together.
Having our books on a lazy sunday afternoon, with blankets on, in our nice little house.One day we will be together.
I will make you a nice hot coffee and we will talked about what’s happening around the world in our nice little kitchen.One day we will be together on a saturday.
You will drive our nice little car and I will sing our favorite song. On the backseat will sitting our children and we all will sing a long.
I’ve been dreaming to have this book since I read it in a bookstore a month ago. Already fell in love but I thought many times to buy it XD #TJURHAT
Di tengah euphoria tahun baru yang saya intip dari media sosial sekaligus berisik-berisik suara petasan yang saya dengar dari belakang rumah, seseorang tiba-tiba mengirim sebuah pesan kepada saya melalui direct message di Instagram. Dalam pesan itu, ia bertanya apa pandangan saya mengenai rencana atau resolusi tahun baru dan apa yang menjadi resolusi saya untuk tahun ini. Lucunya, dengan jujur ia mengatakan kalau pertanyaan tersebut dikirimkan setelah ia menunggu-nunggu saya memposting sesuatu tentang resolusi tahun baru. Sejujurnya, pertanyaan itu membuat saya bingung sekaligus senyum-senyum.
Berbicara tentang tahun baru, saya memang tidak merayakannya dengan kegiatan apapun. Di malam tahun baru, saya menjalani malam seperti malam-malam biasanya, dengan tidur lebih cepat yang juga seperti biasanya. Di rumah pun tak ada kegiatan apa-apa selain seisi rumah tidur di jam yang seperti biasanya. Nothing special. Hanya saja, yang berbeda adalah terbangunnya saya berkali-kali di tengah malam karena mendengar berbagai suara: petasan, mercon, dan suara entah apa yang tak akrab di telinga.
Bagaimana dengan resolusi? Hmm, sejujurnya, dulu saya adalah seorang higher achiever yang selalu hidup dengan mimpi-mimpi yang ingin saya wujudkan. Tak heran jika di dinding kamar dan di buku jurnal harian selalu ada catatan-catatan tentang apa yang ingin saya wujudkan, baik itu dalam jangka panjang, menengah, pendek, bahkan sampai pekanan dan harian. Entah bagaimana, untuk semua itulah dulu saya menjalani hidup.
Tanpa saya sadari, hidup dalam fase-fase tersebut adalah hidup yang menyedihkan, sebab saat itu saya tak mengenal konsep ketetapan Allah hingga soal gagal dan berhasil selalu saya tumpukan pada diri sendiri; bahwa semua keberhasilannya terjadi karena kemampuan diri, pun ketidakberhasilannya terjadi karena ketidakmampuan diri. Hasilnya? Lelah, tentu saja!
Saya luput bahwa pada semuanya selalu ada campur tangan Allah sebab Allah Maha Mewujudkan segala sesuatu sebagaimana kehendak-Nya. Saya juga terlambat menyadari bahwa gagal dan berhasil sebenarnya tak terletak segaris lurus dengan ikhtiar manusia.
Lalu, apakah itu berarti bahwa saya tidak memiliki resolusi dan menjalani hidup selayaknya air yang mengalir saja? Tentu saja tidak! Saya tetap menuliskan resolusi-resolusi yang bisa membuat saya semangat menjalani hari-hari. Hanya saja, tak seperti sebelum-sebelumnya, saat ini saya sedang belajar untuk bermimpi dengan elegan. Hmm, apakah itu? Bermimpi dengan elegan adalah bermimpi dengan tetap berikhtiar di bumi tapi menyerahkan segalanya kepada Allah agar belajar juga untuk menerbangkan kekhawatiran-kekhawatiran. Apakah bermimpi dengan elegan ini mudah? Tentu saja tidak, terlebih bagi saya yang pernah salah dalam bermimpi dan meletakkan tumpuan. Jika selama ini yang terlihat mungkin adalah kemudahannya saja, itu tak lain adalah karena saya (seperti juga orang-orang lainnya), menyimpan lebih banyak cerita daripada apa yang terpublikasikan di media.
Alih-alih hidup minim gairah, saya lebih sepakat dengan sebuah nasehat yang mengatakan bahwa jangan sampai hidup kita hanya mengalir layaknya air dan bergerak sebagaimana arah angin membawa. Kita harus punya resolusi, dan sebagaimana guru saya pernah berpesan, sebaik-baik resolusi adalah mengagendakan waktu dan ikhtiar untuk perbaikan diri yang terus menerus dilakukan untuk mengejar keridhoan-Nya. Apakah ini berarti kita tidak boleh bermimpi besar dan mencita-citakan sesuatu yang mahal dan butuh banyak perjuangan? Tentu saja tidak! Hanya saja, kita perlu sering-sering memeriksa niat, apakah masih tetap untuk-Nya dan karena-Nya atau justru sebaliknya. Selain itu, seperti yang pernah dituliskan oleh ustadz Salim A Fillah,
“Manusia membuat rencana untuk menyesuaikan diri dengan rencana Allah, bukan sebaliknya.”
Kalau begitu, apa mimpi dan resolusi saya untuk tahun ini? Hmm, seperti kata pepatah, keep your goals to yourself. Mohon doanya saja, semoga Allah ridho dan memudahkan segalanya. Setiap kita sedang berjuang juga, bukan? Maka semoga kita tak lelah berdoa dan bisa berlapang-lapang hati dalam menerima ketetapan-Nya. Baarakallahu fiik :”)
Barangkali memang ada hal-hal yang cukup disimpan dalam hati. Semoga malaikat turut mengamini.
Take a shower, wash off the day. Drink a glass of water. Make the room dark. Lie down and close your eyes.
Notice the silence. Notice your heart. Still beating. Still fighting. You made it, after all. You made it, another day. And you can make it one more.
You’re doing just fine.

trying so hard holding tons of water in my eyes when coming home *dih lebay 😂