About Us

Imam syafi’i berkata “jika engkau punya teman yang
selalu membantumu dalam rangka ketaatan kepada Allah, maka peganglah erat-erat
dia, jangan pernah kau melepaskannya. Karena mencari teman baik itu susah,
tetapi melepaskannya mudah sekali”.

image

Dari kiri ke kanan: Aden, Nadya, Galuh, Syaza, Imah, Susanti, Hanan, Uki, Ummah (minus Azka)

Nggak kerasa udah 2 tahun ada di lingkaran halaqah ini, makasih ukhti buat semuanya. Walaupun rasanya terima kasih saja untuk kalian tak pernah cukup, tapi tetep mau bilang makasih buat setiap ‘Sabtu pagi’ yang telah kita lewati. Makasih buat sering ngingetin saya -yang masih labil imannya, dan begini amat wkwkwk- kadang ngerasa nggak pantes ada di sini, tapi kemudian tersadar kalo ini cara Allah buat ngingetin saya, biar naik tingkat, naik kelas 💕

Maafkan kalo mungkin saya yang belum seistiqomah kalian di jalan dakwah 😓Bahkan masih banyaaak sekali pe-er untuk diri sendiri

image

Semoga setiap langkah kita kelak selalu Dibimbing Allah. Amin ya Allah.

Foto-foto ini diambil saat rihlah di Kebun Buah Mekarsari.
Foto paling atas captured by : terspesial umi Liesna, umi kami semua yang udah sabar ngebimbimbing dan ngingetin kami selama ini.

MagangLyfe: Konsinyasi

Salah satu definisi konsinyasi menurut KBBI adalah berkumpulnya sejumlah petugas di setua tempat untuk menggarap pekerjaan secara intensif serta tidak dibenarkan meninggalkan tempat kerja selama kegiatan berlangsung.

Nah, BPS biasanya mengadakan konsinyasi untuk membahas hasil suatu survei atau sensus, ataupun merancang survei atau sensus. Minggu lalu, Sub Direktorat Perdagangan Dalam Negeri BPS RI mengadakan konsinyasi Survei Pola Distribusi (Poldis).

Ngapain aja kami selama konsinyasi? Kami banyak membahas hal-hal berkaitan dengan survei Poldis, meliputi evaluasi survei Poldis tahun 2017 dan rencana survei Poldis 2018. Rencana survei ini mencakup desain sampel, kuesioner, konsep dan definisi serta pengolahan.

Agenda rapatnya lumayan padat jadi dibagi ke dalam beberapa sesi, mulai dari jam 8.30 sampai 22.00 WIB. Tiap sesi rapat diisi pemaparan dan diskusi yang hangat tapi berat (materinya) WKWK. Sebagai anak magang saya cukup dapet banyak ilmu baru WOHOHO.

Konsinyasi kali ini diadakan di Hotel Grand Mercure Kemayoran. Adapun dokumentasi selama rapat sengaja tidak dibagikan di sini, tapi pemandangan hotelnya eye catching jadi itu saja yang dibagikan di sini ya.

Terima kasih banyak untuk bu kasubdit kami yang sudah memperbolehkan kami ikut konsinyasi! It belongs to another moment to be missed.

edgarhamas:

Al Quran selalu saja menenangkan. Padahal, tidak semua kalimatnya kita pahami, namun ada chemistry yang menyambungkan antara hati kita yang terdalam dengan getaran setiap huruf Al Qur’an yang terbaca.

Itulah kekuatan seorang Muslim. Ketika gundah, ia tahu harus kemana. Bayangkan, orang paling menderita adalah yang ‘bingung’ harus diobati kemana ‘kebingungannya.’ Akhirnya, dia terjebak dalam siklus kebingungan yang tak punya akhir. Sekalinya dia kira berakhir, ternyata saat itu pulalah amalannya dihitung. Dan bagaimana mungkin ada amal berkualitas yang dibangun atas kebingungan?

Ambil mushafmu, pandangi ia sesekali. Lihatlah; alam semesta ada di dalamnya. Kado indah dari Allah untukmu.

@edgarhamas

avizhahiranida:

Kau tahu kenapa ketika melihat langit, hatimu terasa sejuk dan damai?

Sebab ketika dunia tak memberimu ruang, selalu ada ruang mengadu di langit.

Ketika yang di bumi tak peduli padamu, Yang di langit sangat-sangat menyayangimu.

—sebuah tulisan yang membuat saya diam, diam, diam dan seketika menjadi luruh. :’

Barakallaahu fyk, from snapgram @edgarhamas

Catatan Sang Musafir; Avi Zhahira Nida’

PhD: a roller coaster

alifahsyamsiyah:

saya sudah sering membaca, mendengar, bahkan merasakan sendiri bahwa semangat dalam PhD itu naik turun.
dan hari itu, saya sedang sangat tidak bersemangat.
rasanya otak ini tidak bisa dipaksa untuk berpikir, mengoding, menulis, maupun sekedar membaca.
saya memilih untuk meninggalkan pekerjaan sejenak dan tidak memaksakan diri.
meski target pekerjaan belum tercapai hari itu, saya tidak mau semakin tidak produktif dengan duduk termangu di depan laptop tanpa melakukan apa-apa.

keesokan harinya saya bangun lebih pagi dari biasanya.
membaca al-qur’an lebih banyak dari biasanya, menyempatkan diri mendengarkan satu ceramah singkat, lalu segera ke kampus setelah shalat shubuh.
setelah supervisor datang, saya langsung ke ruangannya untuk diskusi.

dan ajaib!
setelah diskusi saya merasa jauh lebih berenergi dibanding hari sebelumnya.
akhirnya saya melakukan intropeksi kenapa saya kemarin turun dan hari ini bisa naik lagi.

setelah saya list, ternyata yang membuat saya turun adalah,
sedang tidak banyak yang dikerjakan
tidak tahu ujung dari semua ini apa
apa motivasi dari masalah yang sedang dipecahkan
kenapa saya harus mengerjakannya
apakah orang lain akan melihat hasil pekerjaan saya
apakah ide saya akan diterima

dan semua perasaan itu, semua ketakutan itu, membuat saya stress
sehingga semangat belajar saya turun

padahal sebagai seorang muslim, seharusnya saya yakin
bahwa Allah dan rasulNya melihat,
bahwa surgalah motivasi saya,
bahwa kebaikan yang akan menjadi ujung perjalanan ini,
bahwa keikhlasanlah yang menambahkan keberkahan atas pekerjaan saya.

“Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan RasulNya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakanNya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (At-Taubah [9]: 105)

jadi,
saya seharusnya tidak perlu takut dengan penilaian manusia.
teringat pesan seorang senior untuk bekerja saja sebaik-baiknya.
tidak perlu risau dengan jumlah paper yang sudah ditulis.
kalau memang pekerjaannya baik, pasti banyak periset lain yang tertarik dengan pekerjaan kita.
meski mengejar target publikasi adalah baik,
tapi itu bukanlah tujuan utama seorang periset sejati.
tujuan seorang peneliti sejati tak lain adalah memberikan kebermanfaatan dengan hasil temuannya, yang dengan itu semoga tercatat sebagai amal jariyah.

selain itu, saya juga belajar bahwa energi saya sepanjang hari ditentukan dari seberapa bersemangat saya di waktu pagi.
bukankah Rasul telah berdoa agar Allah memberikan keberkahan untuk umatnya di pagi hari?
keseimbangan akal, jasmani, dan rohani tentu berpengaruh besar kepada performance kerja seseorang

“Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.” (HR. Abu Daud)

jadi yang perlu saya ingat ketika sedang turun adalah,
bekerjalah saja karena Allah pasti melihat,
jaga keseimbangan peran jasmani, ruhani, dan akal,
perbanyak berdoa dan istighfar agar Allah berikan jalan keluar dari arah yang tidak disangka-sangka,
dan selalu mengecek niat dan keikhlasan di hati

Allahlah yang akan meninggikan dan menguatkan, insya Allah

“Takkan surut walau selangkah
Takkan henti walau sejenak
Cita kami hidup mulia
Atau syahid mendapat surga”
Gelombang Keadilan – Shoutul Harakah

[TIM SERABUTAN]

“Mbak, tolong bikin ini ya….!”
“Mas, tolong anterin undangan ini ke Pak …!”

Begitulah kami sehari-hari, anak magang yang disuruh bantu ini itu. Yap, serabutan, apa saja siap dikerjakan. Eits tapi kami senang, PDN terbaiiik memang 💕

pic : dokumentasi konsinyasi kedua di Hotel Grand Mercure Kemayoran

Bersyukur Atas Pilihan

kurniawangunadi:

Hidup ini penuh dengan pengambilan keputusan, bahkan keputusanmu sejak membuka mata di awal hari. Apakah melanjutkan tidurmu atau beranjak dan bergegas mengambil wudhu untuk ibadah malammu.

Keputusanmu untuk memakai baju yang mana hari ini, keputusanmu untuk mandi dan sarapan jam berapa, keputusanmu untuk berangkat ke tempat kerja dengan sarana transportasi apa.

Semakin dewasa, keputusan-keputusan yang diambil tiap hari, semakin kompleks. Semakin banyak pilihan yang ada dan harus diambil satu saja. Selain juga, keputusan harus diambil saat itu seketika.

Untuk itulah, berdoa. Bismillah disetiap kali akan melakukan dan mengerjakan sesuatu.

Semakin tumbuh, keputusan yang diambil semakin rumit. Sebab semakin banyak keputusan yang bersifat permanen, sekali kamu mengambilnya. Itu menggema sepanjang sisa hidupmu. Tidak hanya sehari dua hari, melainkan selamanya.

Untuk itu, sedari sekarang. Perluaslah cara pandang kita, belajarlah lebih banyak, bertemulah dengan banyak orang. Sebab, nanti. Banyak diantara keputusan-keputusan kita tersebut, terlihat lebih jelas tatkala kita memiliki pengetahuan lebih banyak, memiliki orang-orang yang bisa kita ajak berdiskusi untuk merumuskan hal-hal yang sulit.

Lebih dari itu, mari kita bersyukur sebab kita masih memiliki pilihan, dan juga kita masih bisa mengambil keputusan itu sendiri.

Di sisi lain dunia ini, di sudut-sudut yang jarang kita acuhkan, Ada orang-orang seusia kita yang tidak memiliki pilihan yang leluasa, bahkan tidak memiliki pilihan sama sekali. Keputusan-keputusan dalam hidupnya tidak mampu ia ambil sendiri, jika tidak diambilkan oleh orang lain, keputusan itu diambil oleh keadaan.

Serumit, sepusing, semeresahkan apapun pilihan yang ada dan rumitnya mengambil keputusan. Bersyukurlah, karena kita masih memilikinya.

Rumah, 26 Januari 2017 | ©kurniawangunadi

Menjadi Hebat

novieocktavia:

kurniawangunadi:

Kau adalah gadis yang penuh rasa ingin tahu, sekaligus sebenarnya kau memiliki kemampuan untuk melakukan hal-hal besar. Kau punya kesempatan untuk melihat dunia, lebih dari yang setiap hari kamu lewati. Selain, kau juga memiliki hal-hal baik yang tersimpan, sesuatu yang membuatmu terlihat menarik sebagai perempuan.

Jangan biarkan pikiranmu dipenuhi oleh pikiran-pikiran yang melelahkan. Seperti temanmu yang ribut dengan riasan, sibuk bagaimana menarik hati orang lain, sibuk memikirkan memiliki pasangan di usia muda, kau jangan.

Kau adalah gadis yang haus akan ilmu juga aktivitas. Itu menjadikanmu cemerlang, bersinar karena kau menyibukan dirimu di ruang-ruang kebermanfaatan yang jarang terisi. Dan itu membuatmu amat mudah dikenali.

Kau adalah gadis yang cemerlang. Jangan biarkan tekanan sosial, kata orang, dan pandangan umum masyarakat mengalahkan keteguhan hatimu, mengerdilkan perananmu. Juga jangan takut untuk menjadi seseorang yang lebih, yang kata orang-orang nanti tidak ada laki-laki yang mau denganmu. Jangan dengarkan itu, dengarlah bahwa itu tidak ada hubungannya sama sekali.

Kau adalah gadis yang cerdas. Kau mampu membuat rumusan hidupmu sendiri, mampu menyesuaikan dirimu dengan keadaan, juga mampu mengubah keadaan disekitarmu.

Suatu hari, aku akan melihatmu berdiri tegak, menjadi perempuan, menjadi ibu peradaban yang penuh dengan hal cemerlang. Sesuatu yang menjadikanmu berbeda, itu menjadikanmu amat berharga. Kebaikan hati, kepedulian, keramahan, keluhuran budi, kecerdasan pikir, dan segala sesuatu yang membuat mampu menjadi cantik, tak peduli waktu, tak peduli penilaian.

Hingga suatu hari kudengar kau berkata padaku :

“Terima kasih Ayah, telah mengajarkanku menjadi perempuan yang demikian.”

Rumah, 26 Januari 2017 | ©kurniawangunadi

Semoga Allah memampukan kita, anak-anak perempuan, untuk menjadi kebaikan dan kebanggan bagi para Ayah, yaitu dengan menjadi sebaik-baik perempuan yang menjaga diri dan merayu Allah akan kebaikan akhirat dengan kebaikan-kebaikan dunia 😃

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai