Tentang Ibu (1)

Pagi ini, tumben saya bangun pagi sekali. Saat berjalan ke kamar mandi, saya lewat dapur yang sudah nyala lampunya. Ibu sudah memasak. Ya, sepagi ini. Padahal saya tidur sebelum ibu beranjak ke tempat tidur.

Ibu pergi mengajar setelah menyiapkan sarapan, bekal dan mempersiapkan adik-adik saya berangkat sekolah. Pulang dari mengajar sekitar pukul empat sore. Kemudian, Ibu kembali beres-beres rumah dan memasak untuk makan malam. Rutinitas ini ibu lakukan tiap hari, saat saya di tanah rantau sana sering mengeluhkan panasnya terik matahari atau toko es krim sebelah kos tutup. 😢

#throwback #saatdirumah

Tombol “Refresh” Pada Diri Kita

bayudwiseptiawan:

Jika menuruti keinginan nafsu, maka tidak akan pernah ada habisnya. Nafsu tidak akan terpuaskan oleh kesenangan syahwat, apapun bentuk kesenangan tersebut dan berapapun banyaknya. Semakin dituruti, semakin menjerumuskan.

Maka kita dituntunkan untuk memohon perlindungan kepada Allah dari jiwa yang selalu kehausan dan tidak pernah mendapat kepuasan.

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari Ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari jiwa yang tidak pernah puas dan dari doa yang tidak terkabulkan.”

Semoga Allah tenangkan hati dan jiwa. Semoga Allah kabulkan doa kita.

Aamiin.

Edisi Liburan Singkat : Pantai Ngrenehan (3)

Pantai lagi? Iya, soalnya saya suka pantai. Heheeh.

Ini pantai yang liburan kemaren sempat disambangi. Cantik pantainya. Pantai Ngrenehan namanya. Lokasinya masih di sebelah barat deretan Pantai Baron, Kukup, Krakal, dkk.

Sebenernya sebelum ke Pantai Ngrenehan, saya ke Pantai Sepanjang dulu. Pantai Sepanjang juga nggak kalah cantik. Yang menarik adalah ada warung-warung kecil tempat istirahat yang deket banget ke bibir pantai dan pantainya deket banget sama parkiran. Sayangnya saya terlalu menikmati main air jadi nggak ada foto sama sekali *grin.from.ear.to.ear*

Kembali ke Pantai Ngrenehan. Di pantai yang dikelilingi bukit kapur ini, pengunjung bisa menikmati perjalanan ke laut lepas dengan naik kapal nelayan. Tentu saja pakai pelampung biar aman. Pasir pantainya juga lembut dan ombaknya kecil karena sudah dipecah oleh bukit yang mengelilinginya. Asik juga buat main air.

#promotelocals

(Masih) potret Pantai Trisik.

Pagi-pagi pernah liat ada orang yang ngumpulin kayu-kayu di sana terus dimasukin karung, ternyata itu buat kayu bakar.

Vegetasi pesisir Pantai Trisik didominasi rumput lari atau rumput angin (Spinivex sp.). Biasa disebut juga ‘plethek-plethek’ soalnya kalau udah kering dibakar bakalan bunyi seperti itu.

Edisi Liburan Singkat : Pantai Trisik (2)

Pantai Trisik (36), pantai terdekat dari rumah. Adek bungsu saya sering ngajak ke sini jalan-jalan pagi atau sore. Menurut pengamatan saya sih, makin lama pantai ini semakin kurang terurus. Jalanannya makin sempit karena rumputnya semakin tumbuh besar dan tidak dirapikan. Bibir pantainya juga semakin ke utara karena abrasi terus terjadi, akibatnya bangunan yang biasa dijadikan tempat jualan di pinggir pantai satu per satu mulai rusak tergerus abrasi. Sampahnya juga berserakan di pinggir pantai. Sampah didominasi ranting pohon, bambu, kelapa dan sampah organik yang berasal dari sungai. Pantai ini berbatasan langsung dengan sungai sehingga sampahnya akan terdampar saat malam hari. Saat musim penghujan, air laut akan menjadi coklat.

Sedih ya. Padahal dulu pantai ini pernah terkenal karena kebun buah naga dan tempat pelelangan ikan. Ada juga kolam renang tempat buat main anak-anak. Sekarang kebun buah naganya satu per satu mulai tak terurus, digantikan oleh tambak udang yang mulai berkembang.

Menurut saya sih, pantai ini bisa dikasih pemecah ombak biar ombaknya tidak menimbulkan abrasi. Wahana bermain anak juga perlu ditambah dan rumput jalanan dirapikan. Intinya ditambah sarana yang bisa bikin daya tarik gitu. Oiya dulu pernah ada pelepasan penyu oleh mahasiswa UGM. Seperti acara-acara seperti itu juga bagus untuk menarik minat pengunjung.


Sekedar menyampaikan uneg-uneg. #promotelocals

Edisi Liburan singkat : Pantai Glagah (1)

Pantai ini terkenal dengan pemecah ombak yang bisa jadi foto hits instagram. Sejak dulu pantai ini akan dijadikan pelabuhan. Gedung perkantorannya sudah dibangun, begitu pula tempat bersandar kapal. Tapi entahlah, sampai sekarang belum ada tanda-tanda digunakan.

Selain pemecah ombak, pantai ini juga terkenal akan lagunanya yang cantik. Dengan harga terjangkau, pengunjung bisa naik kapal berkeliling laguna selama sekitar 30 menit. Becak air juga tersedia bagi pengunjung yang ingin berkeliling dengan cara lain.

Menuju tahun baru 2017 kemarin, pantai ini ramai dikunjungi wisatawan. Parkiran kendaraan sampai penuh di lokasi dekat pantai sampai ke laguna. Wajar saja pantai ini masih menjadi tujuan favorit, pembangunan fasilitas terus dilakukan pemerintah daerah. Salah satunya rencana pembangunan camping ground. Mungkin ini salah satu daya tarik yang ingin dikembangkan setelah dulu kebun buah naga pernah menjadi daya tarik wisata.

#promotelocals

karena aku sangat mudah untukmu

prawitamutia:

karena aku sangat mudah untukmu.

kamu tidak perlu lelah-lelah berjuang, sebab aku tidak mungkin sampai hati membiarkan orang yang ingin memperjuangkanku berjuang sendirian.

kamu tidak perlu repot-repot membuat dirimu diterima, sebab aku selalu bersedia mengambil tanggung jawab untuk lebih dari menerima–yaitu memaafkan, melupakan, bahkan melepaskan.

kamu tidak perlu pusing-pusing memikirkanku, sebab aku sungguh selesai dengan diriku sendiri. sebab masa depanku adalah rangkaian rencana yang bisa diganti. sebab ambisiku selalu (hanya) sekeras tangan yang menggenggam pasir, secukupnya mencukupkanku.

kamu tidak perlu khawatir tentang apapun, sebab aku bisa mengikutimu ke mana pun. aku bisa diajak berjalan, berlari, merangkak. aku bisa bertahan pada segala musim dan cuaca, bisa berteman dengan segala rasa dan nuansa.

karena aku sangat mudah untukmu,
semoga kamu merasakannya: bahwa yang mudah didapatkan, belum tentu tak berharga.

semoga aku sangat berarti untukmu.

For everything happened in 2016, we should be thankful, either hard or sorrow. What we’ve done creates something we’ll learn in. We won’t come this far without those painful and happy things that passed. Let’s start 2017 with believing that Allah SWT surely is the best planner, over thousands plans we make. Bismillah, complete your struggle with positive vibes.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai