Edisi Liburan Singkat : Pantai Trisik (2)

Pantai Trisik (36), pantai terdekat dari rumah. Adek bungsu saya sering ngajak ke sini jalan-jalan pagi atau sore. Menurut pengamatan saya sih, makin lama pantai ini semakin kurang terurus. Jalanannya makin sempit karena rumputnya semakin tumbuh besar dan tidak dirapikan. Bibir pantainya juga semakin ke utara karena abrasi terus terjadi, akibatnya bangunan yang biasa dijadikan tempat jualan di pinggir pantai satu per satu mulai rusak tergerus abrasi. Sampahnya juga berserakan di pinggir pantai. Sampah didominasi ranting pohon, bambu, kelapa dan sampah organik yang berasal dari sungai. Pantai ini berbatasan langsung dengan sungai sehingga sampahnya akan terdampar saat malam hari. Saat musim penghujan, air laut akan menjadi coklat.

Sedih ya. Padahal dulu pantai ini pernah terkenal karena kebun buah naga dan tempat pelelangan ikan. Ada juga kolam renang tempat buat main anak-anak. Sekarang kebun buah naganya satu per satu mulai tak terurus, digantikan oleh tambak udang yang mulai berkembang.

Menurut saya sih, pantai ini bisa dikasih pemecah ombak biar ombaknya tidak menimbulkan abrasi. Wahana bermain anak juga perlu ditambah dan rumput jalanan dirapikan. Intinya ditambah sarana yang bisa bikin daya tarik gitu. Oiya dulu pernah ada pelepasan penyu oleh mahasiswa UGM. Seperti acara-acara seperti itu juga bagus untuk menarik minat pengunjung.


Sekedar menyampaikan uneg-uneg. #promotelocals

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai