
Dua dari tiga kurcaci yang bikin kakaknya betah di rumah. Yang kalo ditelfon berisik-heboh-bikin ketawa. Yang super-duper ngangenin.
*edisi kangen rumah*
-once in a lifetime, you may have your travel time

Dua dari tiga kurcaci yang bikin kakaknya betah di rumah. Yang kalo ditelfon berisik-heboh-bikin ketawa. Yang super-duper ngangenin.
*edisi kangen rumah*
-once in a lifetime, you may have your travel time

Akan ada saatnya untuk pulang π
Keep the homey tone till the time comes.
-karena libur 5 hari sangat berharga ::
*cuss set up plan B kalo nggak pulang. Bintaro seems nice!*
One (unfine) day

Sekolah merupakan jembatan menuju masa depan. Apa jadinya jika jembatan itu putus?
Itulah yang terjadi di Tobelo, Halmahera Utara pada 28 Maret 2016. Gedung sekolah milik yayasan islam Al-Khairaat habis dilalap api. Kerugian total mencapai 1M rupiah. Tak hanya itu, adik-adik kita harus belajar dan ujian di sekolah tanpa ruang.
Senyum memang sedekah, tapi mereka butuh rupiah. Ayo berikan ruang belajar untuk mereka.
Donasikan dukunganmu di kitabisa.com/sekolahtobelo π
Segalanya amat bermakna bagi mereka. Mari berbagi, membangun kembali jembatan masa depan adik-adik kita di Tobelo.#DaretoCare
#KitaPeduli
#SaveTobelo
#AyoAmbilBagian β View on Path.

Sebuah sekolah swasta di Desa Gosoma, Kecamata Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara terbakar. Adik-adik kita di sana kehilangan ruang untuk belajar. Jangan biarkan mimpi dan cita-cita mereka pudar. Bantu kami menjaga masa depan mereka. Donasikan bantuanmu melalui kitabisa.com/sekolahtobelo dan sebarkan kebaikan ini di media sosialmu.
Kami percaya, bangsa ini tidak sedikitpun kekurangan orang baik. Kamu adalah salah satunya. Selamat berbagi! π
Terlalu sering kita berdoa tapi tak kunjung diijabah-Nya. Mungkin kita perlu belajar: seni berdoa para nabi. Bahkan doa pun ada seninya: tak boleh memaksa, tak boleh menantang, lebih utama disertai tawadhuβ. Iya, kita memang perlu belajar seni berdoa para nabi. Seperti Ayub yang kehilangan segalanya tapi tak memintanya kembali (ia pasrah dan berserah dalam doanya) seperti Ibrahim yang hidup sulit namun selalu beranggapan baik atas takdir-takdir-Nya. Kita memang perlu belajar seni berdoa para nabi. Jangan-jangan doa kita selama ini hanya mementingkan diri sendiri?
Dr. Sitaresmi S Soekanto, M.T.
disarikan dari ceramah beliau pada kajian Madrasah Peradaban, 230423, Masjid Asy Syifa
(via khoiriyalatifa)

Setelah keluar dari Kemenkeu-
“Wah, kayaknya enak juga kerja di sini”
#hushgabolehgitu
P.s: dalam misi mencari data demi makro ekonomi


(No caption needed)

Bismillah, jalan kita panjang. Semoga kaki, tangan, mata, tekad, dan hati ini lebih kuat dari biasanya. Mudahkan Ya Rabb.
Untuk yang sedang berjuang π
Salam semangat tenaga doa. Menangkan!
Jakarta, 18.50 pm.