Terlalu sering kita berdoa tapi tak kunjung diijabah-Nya. Mungkin kita perlu belajar: seni berdoa para nabi. Bahkan doa pun ada seninya: tak boleh memaksa, tak boleh menantang, lebih utama disertai tawadhu’. Iya, kita memang perlu belajar seni berdoa para nabi. Seperti Ayub yang kehilangan segalanya tapi tak memintanya kembali (ia pasrah dan berserah dalam doanya) seperti Ibrahim yang hidup sulit namun selalu beranggapan baik atas takdir-takdir-Nya. Kita memang perlu belajar seni berdoa para nabi. Jangan-jangan doa kita selama ini hanya mementingkan diri sendiri?
Dr. Sitaresmi S Soekanto, M.T.
disarikan dari ceramah beliau pada kajian Madrasah Peradaban, 230423, Masjid Asy Syifa
(via khoiriyalatifa)