gadis-dusun:

IDENTITAS MUSLIMAH

Beberapa waktu yang lalu media diramaikan dengan keputusan salah seorang public figur yang memilih menanggalkan hijabnya. Hijab yang seharusnya menjadi identitasnya sebagai seorang muslimah. Mendengar keputusan itu tentu banyak muslimah merasa sedih. Padahal di luar sana banyak muslimah (bahkan diriku) bersusah-payah untuk tetap mempertahankan identitas ini. Berusaha istiqomah dengan keteguhan ini.

Terlepas dari sana, kita semua yakin jika tidak ada manusia yang sempurna, terutama kualitas iman kita yang terkadang naik-turun, hati yang mudah terbolak-balik. Oleh sebab itu, selalu meminta hidayah dari Allah Subhanallahu wa ta’ala adalah hal yang paling penting dalam setiap harap dan do’a. Karena tak ada yang lebih indah dari sebuah hidayah yang diberikan oleh Allah Azza wa Jalla :’)

Penting juga, untuk menjaga lisan kita. Jangan sampai kita memperolok-olok dia karena keputusannya. Jangan sampai mulut kita mengeluarkan ucapan yang pahit, jangan sampai lidah kita menjustifikasi dengan kalimat yang menyakitkan. Bukankah mendoakan dia adalah cara terbaik? Toh, jika nasihat sudah tak mau di dengar doa menjadi senjata terbaik kita. bisa saja seketika Allah kembalikan hidayah berhijab kembali ke hatinya.

Jadi jangan sampai kita memandang orang lain dengan pandangan yang rendah. Bagaimana tanggapan kita jangan sampai sedikitpun memandang remeh. Belum tentu diri ini lebih baik dari orang lain.

Saudariku, jika hari ini kita bangga dengan hijab kita. Jika saat ini kita telah mampu istiqomah dengan hijab syar’i kita. jangan kita rendahkan orang yang belum berhijab dengan pandangan picik. Jangan! Jangan sampai kita mengeluarkan kata kata buruk untuk orang yang belum berhijab atau yang belum berhijab dengan benar. siapa yang memberikan kita hidayah hingga kita mampu berhijab? siapa yang memberikan kesadaran dihati akan pentingnya Hijab? kalau semua itu dari Allah, kita punya apa sehingga dengan tega memperolok-olok mereka. Sungguh, kita tak memiliki apa-apa.

Karena bisa saja mereka yang belum berhijab selalu menangis di tengah malam memohon pada Allah meminta dengan penuh khusyu’. Lalu kita? Justru kita memilih tidur dan enggan bangun untuk tetap meminta hidayah itu. Bisa saja orang yang kita rendahkan hari ini esok bisa diberi hidayah, dan hidayah yang sudah ada pada kita dicabut. Na’udzubillahi mindzalik.

Pandanglah orang lain dengan pandangan kasih sayang, ketika melihat orang lain yang terjerumus dalam kemaksiatan, menangislah dan doakan seusai sholat kita.

Ya Allah beri hidayah pada saudaraku dan saudariku… dia adalah umat Rasulullah… aku ingin bersama-sama memasuki surga-MU dan aku tak rela jika dia masuk neraka maka aku mohon berikanlah hidayah padanya seperti Engkau memberikan hidayahMu padaku dan tetap teguhkanlah hatiku di atas agama-MU Yaa, Rabbi…”.

Setiap ketaatan yang kita lakukan bersumber dari Allah dan untuk Allah, tidak ada sedikitpun kita pantas untuk sombong dari itu semua. Jangan bangga dengan amal kita yang sudah banyak, jangan sombong dengan ilmu kita yang sudah banyak, itu semua dari Allah… pandanglah serendah-rendahnya kebaikan dan amalmu, dan pandanglah kasih sayang kepada sesama saudara muslim…

Semoga kita dijauhkan dari pandangan yang buruk dalam menilai orang lain dan hati kita selalu dijaga oleh ALLAH.

Barakallahu fiik untuk @xyouthgen yang telah mengadakan writing project dengan tema “Protect Your Hijab” semoga selalu istiqomah.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai