Semestinya Kita Menyadari Ada Banyak Warna dalam Hidup

lembarkertas:

Agustine Dwiputri lewat artikelnya di Harian Kompas (4/11/2017), memaparkan bagaimana pemikiran negatif dapat membuat seseorang terpuruk. Agustine mengutip seorang psikolog klinis Linda Blair, di bukunya, Straight Talking (2008), bahwa ada 12 keyakinan negatif yang sering terjadi pada diri kita. Salah satunya adalah pemikiran hitam-putih.

Saat kita mengalami kecemasan, maka terbentuk polarisasi pikiran. Hal ini seperti bagaimana kita memandang sesuatu, bahwa “kita mesti melakukan ini dari pada melakukan itu”, atau “seandainya saya tidak melakukan hal tersebut”, dan kita berpikir bahwa solusinya terbatas, yaitu kalau kita tidak melakukan A maka kita melakukan B.

Pemikiran bahwa yang salah itu ‘kita’ atau ‘orang lain’, adalah pemikiran semacam hitam-putih. Kita memandang suatu peristiwa karena dua faktor tersebut. Jika kita menyalahkan diri sendiri, maka bisa jadi itu membuat kita terus berpikiran negatif pada diri sendiri. Sebaliknya, apabila kita selalu saja mencari kambing hitam di luar diri kita, niscaya itu pun berakibat buruk, yang mana kita tidak akan bisa menerima kesalahan pada diri kita. Sehingga ujungnya, akan dengan mudah mencari-cari alasan.

Galau

Teman-teman di tumblr acap kali bertanya (kepada saya dan juga kepada teman-teman yang lain), mengenai permasalahan yang mereka hadapi. Tumblr memang seakan dihuni oleh orang-orang yang berjiwa bijaksana. Beraneka ragam tulisan diunggah untuk menggambarkan bagaimana kita menghadapi kehidupan yang rata-rata perih, atau pun bagi sebagian lainnya menceritakan peristiwa yang dialami dan pemikiran-pemikiran apa yang bisa dibagikan.

Para pemilik beberapa akun tumblr kerap bisa kita lihat memposting pertanyaan-pertanyaan cum jawaban, yang diajukan oleh pengikutnya. Sebagian adalah pertanyaan seputar permasalahan pribadi, sebagian lainnya bersifat umum. Ya, semua itu termasuk interaksi yang baik.

Namun, sebagiannya merupakan pertanyaan yang hampir serupa. Seperti, “Gimana, sih, cara melupakan mantan?” atau “Menurutmu, siapa orang yang harus aku pilih?”. Barangkali kita semua pernah mengalami perisitiwa yang serupa. Itu manusiawi. Semua orang mengalami sebab kita akan melewati fase tersebut sebelum menuju tahap kedewasaan. Namun, kita akan berbeda-beda dalam mengahadapinya. Sebuah kegalauan.

Warna-Warni

Kegalauan bisa dialami oleh siapa saja. Bahkan, pada tahap yang mengkhawatirkan bisa membuat seseorang mengalami depresi sampai dengan frustasi. Ada kalanya ditambahkan dengan pikiran-pikiran yang negatif. Bayang-bayang yang sebetulnya tidak terjadi, tetapi kita pikirkan dan imajinasikan dalam kata: seandainya atau jangan-jangan.

Itulah yang disebut oleh Linda Blair sebagai keyakinan negatif yang ada pada diri kita. Pemikiran hitam-putih akan mengancam batin kita terus menerus.

Padahal kehidupan itu penuh warna. Sebuah kejadian terjadi karena banyak faktor. Bukan melulu karena kesalahan kita atau karena orang lain yang pernah membuat luka di hati kita. Sebab hidup ini berjalan karena banyak hal yang bergerak yang membuat sebab dan berakhir pada akibat. Sebuah hukum sebab-akibat.

Penjelasan di atas tidak sempurna tanpa memasukkan capur tangan Tuhan. Seperti yang beberapa kali saya tulis. Takdir adalah kehendak-Nya yang sempurna.

Lalu, apakah kita akan terus-menerus berpikiran negatif?

memandang dari sisi lain 😊

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai