Menikah ibarat kita kita mendaki gunung. Seindah apapun gunung yang akan kita daki jika tanpa persiapan makanan, air, penunjuk arah bahkan fisik, mana mungkin kita menikmati keindahannya. Kita sibuk mengkhawatirkan banyak hal yang kita butuhkan namun lupa kita persiapkan.
Kita dapat mengambil pelajaran dari data komnas perempuan tahun 2016 bahwa ada 259.150 kasus kekerasan terhadap perempuan yang dilaporkan dan ditangani. 56 % kekerasan terjadi dalam rumah tangga berupa kekerasan fisik, seksual, psikis juga ekonomi.
Tentu kita tidak mau mengalami hal itu bukan ?
Menikah bukanlah tujuan hidup. Tapi menikah adalah salah satu cara kita mencapai tujuan hidup yang sebenarnya. Jika tujuan kita adalah menjadi orang bermanfaat yang berkontribusi dalam memajukan bangsa, maka kita bisa mulai itu dari keluarga. Jika tujuan kita adalah surga yang diperoleh dari ridho-Nya maka menikah adalah cara meraih ridho itu. In syaa Allah..
Kebanyakan orang menganggap menikah sebagai bagian untuk memperoleh kebahagian baru. Tidak salah memang, tapi jangan lupa bahwa dari menikah kita mendapatkan kewajiban baru untuk taat sesuai perintah Allah.
“Mulai proses menuju pernikahan dengan visi misi bukan sekedar ekspektasi.” -Ummu Balqis-
Menikah seperti project besar dalam hidup kita. Bagaimana mungkin kita bisa membangun sesuatu yang baik tanpa perencanaan berupa visi atau tujuan yang ingin dicapai dan langkah-langkah agar tujuan itu tercapai. Jangan sampai kita melewatkan sisa umur kita hanya karena kita lupa merencanakan.
Pada saat menikah kita punya tugas baru untuk taat pada suami agar Allah ridho. Selain itu kita juga harus menjaga harta, kehormatan, rumah dan juga anak-anak sebaik-baiknya. Itu semua bisa kita lakukan jika kita punya ilmu, oleh karena itu mari sama-sama belajar mempersiapkan.
Apa saja yang perlu kita persiapkan ? Menurut Ummu Balqis yang harus kita siapkan adalah :
1. Mental Sejak awal mental kita harus dibentuk. Kita tak lagi jadi perempuan yang menghabiskan waktu dengan galau dan khawatir dengan hadirnya jodoh yang sudah Allah persiapkan. Fokus untuk mempersiapkan diri dan lebih objektif dalam mengambil keputusan menikah.
2. Ilmu Ini hal yang amat penting. Kita harus terus menimba ilmu dan belajar untuk mengamalkannya. Ada banyak ilmu yang harus kita tahu, tidak sekedar cara merawat rumah tetapi juga ilmu mendidikan anak dan meningkatkan kapasitas diri dalam memahami agama.
3. Fisik Jangan sampai kita jadi perempuan yang malas berolahraga. Olahraga adalah investasi agar tubuh kita sehat dan mampu memaksimalkan tugas-tugas kita. Selain itu kebersihan dan kesehatan diri juga jangan diabaikan. Mulai belajar untuk merawat diri seperti mandi minimal dua kali sehari, potong kuku dan hal-hal yang diangap kecil sehingga sering diabaikan.
4. Finansial Belajarlah mengelola keuangan mulai dari mengatur uang jajan bulanan sampai belajar usaha dimulai dari yang kecil. Keuangan menjadi hal penting dalam menjaga kestabilan keluarga. Karena untuk memenuhi pendidikan, kesehatan bahkan syariat islam kita perlu mempersiapkan keuangan yang baik.
5. Sosial Poin terakhir dan hal penting yang perlu dimiliki dan dipelajari adalah kemampuan untuk beradaptasi. Menikah berarti kita akan mengahadapi orang-orang dan keluarga baru. Bagaimana cara kita menjaga emosi, berkomunikasi yang baik sampai menjadi orang yang peka terhadap kondisi orang lain juga harus dipersiapkan.
Sebagai penutup dibagian dua ini, maka mari bersama-sama belajar. Mempersiapkan pernikahan bukan hal yang harus di tutupi karena malu. Justru ini adalah cara kita memaksimalkan kesempatan hidup. Menikah adalah tabungan pahala sama seperti kita selama ini mempersiapkan diri agar masuk perguruan tinggi impian, belajar yang rajin agar mendapat ilmu yang bermanfaat dan hal-hal lainnya.