Marriage and Parenting Islamic (1)

menatakata:

image

Kemarin Allah memberikan nikmat kemudahan untuk datang
pada kajian yang di isi oleh Ummu Balqis di Masjid Trans Studio Bandung. Ummu
Balqis adalah seorang CO Founder Smart Eduplace, penulis buku dan creative editor. 

Kalimat pertama yang beliau sampaikan adalah “Apakah jodohmu sudah ada ?”
jawabannya tentu sudah ada. Allah sudah menuliskannya di lauh mahfudz.
Maka tak ada lagi risau apakah jodoh kita akan pergi, menikah dengan sahabat
kita atau yang lainnya. Karena yang memang ditakdirkan untuk kita tak akan
kemana-mana.

Selanjutnya beliau
membahas mengenai pernikahan. Sesuatu yang begitu istimewa, lebih dari sekedar
menyatukan dua manusia. Allah menjadikan pernikahan sebagai bukti
kebesaran-Nya, seperti dalam surat Ar-Rum ayat 21 :

“Dan diantara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan
pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa
tentram kepadanya, dan Dia menjadikan diantaramu rasa kasih dan sayang.
Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran
Allah) bagi kaum yang berpikir.”

Pernikahan adalah cara
mengistimewakan cinta. Jika kita menyukai lawan jenis kita tak bisa sembarangan
mendatangi dan melakukan sesuatu semau kita. Islam menjaga cinta dengan
pernikahan. Cinta tak sekedar menyukai lalu bisa meninggalkan kapan saja. Jika
kita menjaga cinta sesuai koridor-Nya maka akan kita dapati kebaikan bukan
kesedihan.Cinta yag istimewa adalah cinta yang dijaga, disimpan baik-baik
sampai tiba waktunya.

Selain itu menikah
adalah syari’at. Hukum islam yang menjaga agar tak ada hubungan yang merugikan
antara perempuan dan laki-laki. Syari’at yang menjadikan pernikahan sebagai
solusi dari ketertarikan, bukan dengan pacaran.

Pernikahan adalah
ibadah, oleh karena itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Segala
prosesnya Allah atur sama hal nya seperti ibadah yang lain. Menikah bukanlah
hal sederhana maka kita perlu punya ilmu sebelum mengamalkannya jangan sampai
kita jadi orang yang tersesat.

Dan inilah, menikah adalah mitsaqan ghaliza (perjanjian yang amat kukuh).
Bukan perjanjian sederhana dan bukan perjanjian di dunia saja. Pernikahan
adalah satu dari perjanjian besar selain perjanjian Allah dengan nabi dan umat
nya. Seseorang yang kita nikahi adalah orang yang mendampingi kita di dunia
juga teman kita di surga in syaa Allah. Seperti dalam surat yasin ayat 56,
bahwa :

“Mereka dan pasangan-pasangannya berada dalam tempat yang teduh,
bersandar di atas dipan-dipan.”

Selain itu ada juga di
surat Ar-Rad : 23

“(yaitu) surga-surga ‘Adn, mereka masuk ke dalamnya bersama dengan
orang yang saleh dari nenek moyangnya, pasangan-pasangannya dan anak cucunya,
sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu.”

Masya Allah, siapa yang tak mau hidup di dunia juga surga dengan orang-orang
yang kita cintai ? oleh karena itu mari terus belajar mempersiapkan. Semoga
kita dipertemukan dengan partner terbaik yang berlomba-lomba dalam kebaikan dan
bersama tinggal di surga.

Jatinangor, 14 Agustus 2017
menatakata.tumblr.com

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai