novieocktavia:

“Kamu tau engga kenapa orang baik itu mudah mendapatkan dan memberikan kebaikan? Karena hati mereka bersih seperti kaca jendela yang jernih. Kaca yang jernih itu akan mudah menangkap dan merefleksikan kebaikan. Sebaliknya, kalau banyak iri, dengki, atau buruk sangka, akan susah menerima dan melakukan kebaikan.” – kata Nida @ganbarimashou di 2015 lalu, waktu lagi gelantungan di gerbong kereta.

_____

Picture: Pinterest

I’m curious about living abroad. Sure, I want to feel the atmosphere of being foreigner. Landing on other country, visiting new places, and maybe getting lost for a while. I’m curious of doing something impactable, like some people did. Then tell the world something new, something good.

But, when I’m looking around. Right when I’m home. I couldn’t say a word but alhamdulillah. I’m still sorrounded by lovely people. The people whom I want to be with till Jannah.

Alhamdulillah ‘ala kulli hal 🌻

Pic : tumblr

About Living in a Village

Aside from city’s hustle bustle, living in a downtown is rather soothing and relieving. Then, once we can go to the city’s square, enjoying a bit crowder place.

I’d prefer living away from city crowd anyway, where green trees sorround and give natural wind.

Pic : Wates Square at night.

#KAMISPAHING

Yap, hari ini kamis Pahing. Di Yogyakarta, Aparatur Sipil Negara (ASN) dan anak sekolah dianjurkan memakai pakaian adat Jawa hari ini. Yang perempuan pakai kebaya, sementara itu laki-laki pakai surjan atau bisa juga beskap, jarik, dan blangkon.

Daaan pemandangan menarik pagi ini di depan rumah adalah anak-anak TK yang pakai pakaian adat. Anak-anak di foto ini tadi pagi jalan ke TK lewat depan rumah tanpa lari-lari seperti biasanya *yaiyalah ribet gitu gimana mau lari 😂.

Saya jadi setuju sama peraturan gubernur dan bupati ini. Selain buat mengenalkan sejak dini pakaian adat Jawa, dengan sering memakai, bisa juga meningkatkan rasa memiliki dan kebanggaan akan pakaian adat daerah.

Kenapa Kamis pahing? Kamis pahing adalah weton lahirnya Kraton Ngayogyakarta. #Kamispahing tadi pagi, anak-anak TK sebelah rumah juga arak-arakan keliling desa dengan pakaian adat mereka. Gemash syekali liat anak kecil pada pake kebaya dan jarik 😂

Day 2: Jeda

shofiyyahtaqi:

Bagaimana memaknai sekumpulan kata jika tak ada spasi, koma, titik, atau tanda tanya? Maka sekali kali kita mungkin memang butuh jeda agar kamu tahu bahwa kamu adalah definisi rindu. Meski kita masih tak kunjung terdefinisi.

Bagi ku jeda selalu menjadi ruang untuk bertanya-tanya tentang rasa yang tak tersampaikan, tentang surat-surat yang tak terkirim, tentang rindu yang tak tahu apakah ada balasnya. Jeda selalu membuat ku kembali menyusun agenda untuk membunuh waktu agar aku tak kembali mengingatmu.

karena manusia butuh jeda.

Day 1: Menahan Diri

shofiyyahtaqi:

Ada banyak hal yang tidak perlu diungkapkan. Yang mungkin akan lebih baik jika hanya dipendam sendiri. Dan mungkin akan lebih baik jika tidak diketahui siapapun.

Terkadang kita perlu memberi ruang untuk sejenak berpikir dan merenungi setiap pilihan pilihan yang ada.

Mungkin benar ungkapan bahwa dalam hidup ini sesungguhnya musuh terbesar dan terberat adalah diri kita sendiri. Apalagi jika kita diberi pilihan untuk menahan diri dari apa-apa yang tidak seharusnya dilakukan.

Selamat menikmati 30 hari kedepan! Semoga kita baik-baik saja dan bahkan menjadi lebih baik dari hari yang lalu.

Di zaman dimana seolah semua episode hidup harus selalu dibagikan dan diceritakan, kiranya kita bisa memilih sikap untuk berjuang, bertumbuh, dan belajar lebih banyak tanpa harus selalu mengabarkan setiap detailnya kepada orang lain. Kecuali, jika dan hanya jika kabar itu bisa menjadi kebaikan bagi mereka yang mengetahuinya.

(via novieocktavia)

so agree.

[TASMI BERSANAD]

Sebelum saya terkapar dan tepar, alhamdulillah masih sempet dateng ke Tasmi yang diadain Ustmani di Global Islamic School hari ini.

I’m saying that it was….splendid.
Megah dalam rasa.

Diawali dengan tasmi bareng-bareng juz 30 dan 9, nuansanya syahdu sekali. Dilanjutkan cerita dari Ustadzah Farah Abdah, hafidzah penerima sanad ke-30. Masya Allah, adem sekali liat beliau. Tadi sempet salaman juga lagi. Aaak. Beliau cerita keutamaan kita mempelajari Al-Qur’an, salah satunya sebuah Hadist yang artinya:

“Tidak berkumpul suatu kaum di salah satu rumah Allah untuk membaca dan mempelajari kitab Allah kecuali turun atas mereka sakinah dan rahmat aserta diliputi oleh malaikat serta Allah sebut di hadapan (malaikat) di sisi-Nya” HR. Muslim

Kata beliau, mempelajari Al-Qur’an itu untuk seumur hidup. Bukan hanya sebatas menghafal sampai 30 juz misalnya. Kemudian gimana kita bisa membentuk keluarga Qur’ani. Mempersiapkan generasi yang hatinya memegang teguh Al-Qur’an, lalu menjalani profesi apapun di dunia ini. Sampai menetes rasanya air mata, mendengar penuturan beliau yang sambil berkaca-kaca.

Sesi selanjutnya dari Tasmi diisi oleh Ustadzah Nurjannah Hulwani. Beliau ini dari Adara Relief Internasional. Cerita beliau tentang Rohingya menyentuh sekali. Bagaimana kita bisa diam saja melihat saudara muslim kita di Rohingnya diperlakukan keji, dibunuh, dibantai, dan disiksa. Tak pantas rasanya kita yang masih bisa makan enak, hidup nyaman, tentram, aman kalo nggak peduli. Minimal kita bisa mengirim doa, lebih baik lagi kalau ikut berdonasi. Ustadzah Nurjannah sampai berlinang air mata saat menceritakan kondisi pengungsi Rohingya yang mendarat di Aceh.

Beliau juga cerita pengalamannya membantu Palestina. Ibaratnya Palestina itu jantung perjuangan Islam. Jangan sampai kita berhenti membantu palestina walaupun saat ini kondisinya terus membaik, kita tetap harus membantu.

Di Gaza, ada peraturan 1 rumah, 1 hafidz, 1 syuhada. Dua ribu penduduk Gaza ini sangat kuat, penghafal Al-Qur’an ada di sana dan bahkan sejak kecil udah pada hafal. Duh, apalah saya ini, malu rasanya sama anak-anak di Gaza yang sudah hafidz dan Al-Qur’an tertancap kuat di dada mereka.

Semoga ada yang bisa dipetik dari tulisan ini. 🙂

[ T E R K A P A R ]

(v). terbaring tidak beraturan

memang yang namanya dipaksain itu nggak baik. apalagi buat badan yang punya hak-hak yang harus dipenuhi.

hikmah 1: kamu boleh nggak peduli sama apapun tapi plis jangan sama badanmu.

hikmah 2: mungkin kamu banyak dosanya. alhamdulillah Allah SWT masih sayang sama kamu jadi dikasih sakit.

semoga segala sakit, sekecil tertusuk duri pun, akan menjadi penggugur dosa. amin

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai