Alhamdulillah 2015 memberi kesempatan menyambangi beberapa univ dan PTK dari UI, IPB, Unisba, ITB sampai STAN, STSN, STIP, STP, STMKG, dan STTN.

Alhamdulillah 2015 mengenalkan pada orang-orang yang superb di Humas Ekternal Senat Mahasiswa, UKM Bimbel, IHMSI, FMKI, dan Dreamdelion.

Semoga 2016 akan lebih dan lebih menyenangkan lagi. Semoga impian ke luar negeri, ikut kompetisi akan memberi pengalaman lebih banyak lagi untuk terus belajar dan memberi manfaat bagi orang lain.

Bismillah :))
Hap hap, fightingg!!

Seketika saat punya keinginan tertentu, pasti saya bilang sama Ibu di rumah, “Buk, doakan ya, InsyaAllah aku pengen ……….. ”.

Agar tak hanya doa kita yang Allah Dengar, doa Ibu juga ๐Ÿ™‚

Semoga doa dan pengharapan baik terus terlantun serta dikabulkan oleh yang Maha Mendengar, sang Maha Rahman.

Peka

I have a little storyโ€ฆ

Suasananya lagi hectic, dalam sebuah musyawarah nasional suatu organisasi (agak lebay emang sih wkwk). Saya lagi ngurusin tetek bengek file (softfile maupun hardfile) sebelum sidangnya dilanjutkan lagi setelah coffee break ini. Anggep aja lagi riweuh gitu. Si A manggil nanyain blablabla, si B nanyain lalala udah siap belum.

Saya masih berkutat dengan file2 di map yang selalu dibawa sedari tadi. Setelah si A, si B, lalu si X juga manggil.

X : โ€œMbak Ummah!โ€
Saya : โ€œBentar. Bentar ya.โ€
Membereskan file2 sebentar yang diminta si A, si B.
Saya : โ€œIya, kenapa ?โ€ Nanya ke si X.
X : โ€œMau kopi atau teh, mbak?โ€

Gleg. Saya kaget. Saat saya nggak sempet ngambil coffee break dari tadi dalam situasi kayak gini, ada yang nawarin mau ngambilin. Tumben banget ini anak peka gini. Hahaha

Saya : โ€œYa ampun, kamu kesambet apa? Hahaha. Teh aja boleh deh.โ€

Secangkir teh hangat pun sudah tersedia di meja tempat saya. ๐Ÿ™‚

See, memang kita harusnya peduli pada hal-hal kecil. Peka terhadap orang lain, sekecil apapun itu. Karena mungkin bagi kita itu sederhana tapi bagi orang lain sarat makna.

Melakukan hal sederhana bagi orang lain -dengan tulus tanpa mengharap apapun- selayaknya mensyukuri hal-hal kecil dalam hidup kita.
Membuat hati senantiasa damai ๐Ÿ™‚

catatanbesarku:

Seringkali kita berdoa agar isi doa kita, Allah kabulkan. Kalau bisa dengan segera tanpa perlu kita menunggu lama.

Padahal inti doa bukan itu.
Padahal ada yang jauh lebih penting dari sekedar pengabulan doa.

Sebab doa berarti bercakap cakap, berkomunikasi dan berbicara mesra dengan Rabb semesta alam.
Dan dengan doa, kita menaruh harapan pada Dzat yang tepat.

Maka tepat di detik saat kita sadar kita sedang berbicara dengan Allah, kita akan paham, intinya tuh ada di percakapan kita dengan Allah, intinya tuh ada di moment โ€œdeket-deketโ€-nya kita sama Sang Pencipta.

Pengabulan doa? Urusan ntar. Allah knows best, kok.

Sebab banyak dari kita yang lalai dalam berdoa. Tidak khusyuk dan tidak meresapi sedang meminta kepada siapa.

Jadi mintalah agar Allah selalu karuniai kita hati yang senang saat berbincang dengan Allah..

Agar Allah jadikan jiwa kita sebagai jiwa yang selalu meluangkan waktu untuk berdoa kepada Rabbnya ..

Dan semoga Allah jaga hati kita agar di jalan yang lurus, menuju Dia โ˜บ (at Pantai Padang)

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai