Silau
Dunia itu memang menyilaukan. Karenanya ambil seperlunya saja. Jika dikejar sudah pasti tak pernah akan ada habisnya. Apalagi kita sebagai Muslim. Maka Muslim yang cerdas dan berakal wajib menjauhkan diri dsri keterjatuhan ke dalam jerat-jerat dunia yang fana ini, sembari beramal untuk kehidupan akhirat yang kekal sekaligus kehidupan yang hakiki.
Syaddad bin Aus pernah menuturkan bahwa Rasulullah saw. bersabda:
“Orang yang cerdas adalah orang yang mampu menundukkan hawa nafsunya serta biasa beramal untuk bekal kehidupan setelah mati. Sebaliknya, orang yang lemah adalah orang yang memperturutkan hawa nafsunya, sementara dia berangan-angan kepada Allah.” (HR. at-Tirmidzi, Ahmad, Ibn Majah, dan al-Hakim)
Terlebih saat ini kita sedang berada di bulan berkah nan mulia, Ramadan. Semoga Ramadan menjadi tempat bagi kita untuk muhasabah serta menjadi titik balik agar menjadi hamba yang lebih bertakwa dan bersungguh-sungguh mencari bekal akhirat.
Serta tidak berlebihan mencintai dunia dan tunduk terhadap hawa nafsu. Nauzubillah. Hal ini juga pernah disabdakan Rasulullah saw.:
“Dunia itu, dibandingkan dengan akhirat, adalah seperti salah seorang diantara kalian yang memasukkan telunjuknya ke dalam lautan. Perhatikanlah, apa yang tertinggal pada telunjuk tersebut?” (HR. Muslim, at-Tirmidzi, Ibn Majah, dan Ahmad)
Selamat berbenah!
Surabaya, 5 Ramadan 1440H