Akan ada satu fase di mana kau harus merelakan semuanya. Melepaskan harapan-harapanmu, keinginanmu, dan segala hal yang telah kau upayakan dengan sekuat tenaga.
Kau tak bisa berbuat banyak. Kau hanya bisa diam menyaksikan seluruh perasaanmu hancur, berkeping-keping. Hingga yang tersisa di dalam dirimu, hanyalah kesedihan dan penyesalan yang tak kunjung henti.
Kau dihadapkan pada sebuah kenyataan yang memaksamu untuk belajar melapangkan hati, memasrahkan diri, dan menerima bahwa hidup terkadang berjalan tidak sesuai dengan apa yang kau perkirakan sebelumnya.
Maka berhentilah sejenak, di sana, saat kau menemui titik terendahmu. Sebab di sekelilingmu, masih banyak hal-hal kecil yang selama ini lepas kau perhatikan. Sesuatu yang barangkali dapat membuatmu melompat lebih tinggi.
Dan apa yang sudah kau lepaskan, bukanlah sesuatu yang pantas untuk terlalu lama kau tangisi.
—ibnufir
okesiap wkw