Banjarmasin

irramanda:

Bismillah. Tulisan ini saya buat untuk membayar hutang saya pada adek kembaran saya @theshiningstarisme tentang bagaimana keadaan di daerah penempatan saya. Hmm, karena saya baru menjejakkan kaki di 7 dari 13 kabupaten kota di Kalimantan Selatan ini, maka saya akan mulai dari ibukota Provinsi (sebelum dipindah) yaitu Banjarmasin.

Banjarmasin kondang dengan sebutannya sebagai kota seribu sungai. Yang atas rejeki berupa seribu sungainya itulah dia menjadi jantung peradaban semenjak dulu hingga sekarang. Kemudahan akses transportasi antarwilayah melalui sungai pun masih dimanfaatkan hingga sekarang. tak peduli fly over dan gedung pencakar mulai banyak menjamur. Rumah kayu diatas sungai yang lengkap dengan jukung (perahu kecil tanpa motor) terparkir di belakang rumah pun rasanya jumlahnya masih sama banyak dengan motor yang dimiliki. Saya membayangkan, saat dulu daerah ini masih berbentk hutan-hutan dan rawa, tentu sangat banyak resiko dan sulit perjalanan darat. Melalui sungai tentu laksana jalan tol. Sekarang saat jalan raya sudah menghampar dimana-mana pun, masalah transportasi darat di Banjarmasin masih saja ada: macet, masalah khas perkotaan.

Sebagai kota seribu sungai, tentu iconnya perahu dong. Saya sangat terkesan dengan pemerintah kota Banjarmasin yang benar-benar menjadikan sebutan itu sebagai ide utama pembangunan kota. Mulai dari iconmark kota hingga bangku di taman kota, eits jangan lupa ornamen jukung di lobby hotel-hotel ternamanya. Selain itu, pemkot Banjarmasin juga memberikan penanda nama bagi setiap sungai yang ada di sana.

Bagian paling terkenal dari Banjarmasin adalah daerah siring. Di tepi sungai Martapura itu disajikan pasar terapung yang sering kita lihat jaman dulu di salah satu stasiun TV swasta, menara pandang dengan arsitektur khas banjar yang dilengkapi dengan pameran budaya khas banjar pula, bersanding di dekat siring terdapat masjid agung sabilal muhtadin sebagai tanda relijiusitas masyarakatnya, kampung sasirangan sebagai icon ekonomi khas daerah, dan tak lupa Pulau Kembang – sebuah pulau unik di tengah Sungai Barito yang lebarnya lebih dari 1 kilometer.

Hmmm.. saya mulai kehabisan kata. Semoga bisa saya lanjutkan lagi di lain kesempatan

Aaaak mbak maapkeun baru baca ini :“)

because #sharingiscaring, yakin selalu ada yang dipetik dari berbagai tempat di bumi-Nya yang luas dan indah, daan #positivevibes penempatan (salah satunya jalan-jalan 😂) ini sayang banget kalo ndak dibagi

Jazakillah khoir mbak kembaranku 💓

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai