IIP #3: Membangun Peradaban dari Dalam Rumah

novieocktavia:

image

“Rumah adalah taman dan gerbang peradaban yang mengantarkan anggota keluarganya
menuju peran peradabannya.”
– Institut Ibu Profesional

Salah satu nasehat pernikahan yang sering saya terima dari seorang Ibu yang menjadi teman diskusi saya adalah tentang pentingnya memikirkan dan merencanakan apa yang akan dilakukan setelah menikah. Beliau bilang, “Menikah itu tidak hanya bahagia, senda gurau dengan suami, berkasih sayang, dan merenda mimpi-mimpi bersama. Lebih jauh dari itu, visi misi ibadah adalah yang paling pertama dan utama. Kalau menikah bukan karena Allah, lalu mau karena siapa? Coba dipikirkan dalam-dalam, setelah menikah apa yang akan dilakukan untuk agama? Bagaimana peranan terhadap dakwah? Rumah tangga seperti apakah yang akan dibangun? Bagaimana kelak akan mendidik anak-anak agar siap menjadi pejuang Islam? dan seterusnya. 

Ah yaa, Institut Ibu Profesional juga ternyata mengingatkan saya bahwa menikah bukanlah hanya tentang membangun ikatan antara dua orang insan, melanjutkan keturunan, atau menyempurnakan agama saja, tapi juga untuk membangun peradaban. Dalam membangun peradaban, rumah adalah pondasi ‘bangunan peradaban’ dimana kita dan suami kelak diberi amanah sebagai pembangun peradaban melalui pendidikan anak-anak kita.

Tugas utama kita kelak dalam membangun peradaban adalah mendidik anak yang merupakan amanah dari Allah sesuai dengan kehendak-Nya dan bukan sesuai kehendak kita. Oleh karena itu, sudah selayaknya kita menjalankannya dengan sungguh-sungguh, merencanakan, dan juga mempersiapkannya sejak anak tersebut belum terlahir, dan bahkan lebih jauh lagi sebelum pernikahan terlaksana. Eh tunggu-tunggu, Allah Maha Baik ya, kita belum dipertemukan dengan seseorang pilihan-Nya itu mungkin karena kita masih diberi banyaaaak sekali kesempatan untuk belajar dan mempersiapkan. Yuk, jangan disia-siakan!

Kalau begitu, apa sebenarnya langkah pertama yang bisa kita lakukan untuk membangun peradaban? Dari mana bisa memulainya?

Jika masih dalam tahap pra-nikah, mulailah dengan look into yourself dengan menanyakan hal-hal mendasar kepada dirimu sendiri, “Bagaimana proses saya dididik oleh orangtua dulu? Adakah dari proses itu yang membuat saya bahagia? Adakah dari proses itu yang justru membuat saya sakit hati, dendam, atau terluka sampai sekarang? Apabila ada, sanggupkah saya untuk memaafkan kesalahan masa lalu orangtua dan kembali mencintai dan menghormati mereka dengan tulus?” Meski sulit dan perlu memanggil ulang banyak ingatan, dijawab ya, sebab,

“Orang yang belum selesai dengan masa lalunya akan menyisakan banyak luka ketika mendidik anaknya kelak.” – Institute Ibu Profesional

“Parenting is all about wiring.” – Elly Risman

Bagaimana untuk yang sudah menikah? Pertama, temukan potensi
unikmu dan suami
, coba ingat-ingat mengapa dulu kamu memilih dia? Apa yang membuatmu jatuh cinta padanya? Kedua, lihat dirimu,
apa keunikan positif yang kamu miliki?
Mengapa Allah menciptakanmu di muka
bumi ini sampai berjodoh dengan laki-laki yang sekarang menjadi suamimu? Apa pesan rahasia Allah terhadap dirimu di muka bumi ini? Ketiga, lihat anak-anakmu, mereka anak-anak luar biasa. Mengapa rahimmu yang dipilih untuk tempat
bertumbuhnya janin anak-anak hebat yang sekarang ada bersamamu?
Mengapa kamu yang dipercaya untuk menerima amanah anak-anak ini? Apa misi spesifik Allah kepada keluargamu sehingga menghadirkan anak-anak ini di dalam rumah
kita? Keempat, lihat
lingkungan dimana kamu hidup saat ini.
Mengapa bisa bertahan hidup dengan
kondisi alam demikian? Mengapa Allah menempatkan
keluargamu disini? Mengapa keluargamu didekatkan dengan
komunitas-komunitas yang berada di sekelilingmu saat ini?

Selamat berkontemplasi, yaa! Semoga kelak Allah izinkan agar kita mengambil peran dan bagian untuk membangun peradaban dan memulainya dari dalam rumah (tangga).

Referensi: Kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional

_____

Tulisan ini adalah resume materi perkuliahan di Kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional yang saya ikuti pada bulan Mei – Juli 2017. Semua informasi di dalamnya saya dapatkan dari kelas tersebut dan saya hanya menuliskannya kembali dengan bahasa sendiri agar lebih mudah dipahami oleh pembaca.

_____

Untuk membaca tulisan saya yang lain tentang Institut Ibu Profesional, silahkan klik disini. Untuk membaca tulisan lain terkait pranikah dan parenting, silahkan klik disini. Semoga Allah memampukan kita semua untuk memahaminya dengan benar dan menyampaikan kita pada kesempatan untuk mengaplikasikannya. Baarakallahu fiikum!

_____

Picture source: Pinterest

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai