Hai, anak lelaki. Kalau nanti kau menemukan gadis itu sedang membuka pintunya, beruntunglah. Mungkin kedatanganmu sudah ia siapkan dari jauh-jauh waktu. Hanya tinggal mengucap salam, melepas alas kaki, lalu bicarakan niat baikmu. Jangan terlena dan lalai, karena bisa jadi akan ada orang lain yang lebih dulu bertamu.
Kalau gadis yang kau temui itu sedang menutup pintunya, janganlah patah semangat lalu bergegas pulang, mungkin pintu itu hanya perlu di ketuk agar kau diizinkan masuk. Mungkin juga sedang sibuk bersiap, sehingga lupa membuka pintu untuk siapapun yang akan bertamu.
Kalau gadis yang kau temui itu sedang menutup pintunya, dan juga terkunci pagarnya. Jangan dulu bersedih. Coba cari tahu lebih dulu, mungkin ia hanya sedang tidak berada di rumah saat itu.
Mungkin dia juga sudah siap untuk menerima tamu, tetapi tidak pada hari itu, hari dimana kamu datang kerumahnya. Mungkin ia juga sudah siap untuk kamu ajak bicara, tapi tidak pada hari itu, mungkin esok lusa.
Masih ada waktu, tidak banyak, tapi semoga sama-sama saling bersiap.
Yang Menjaga Pintu – Danny Dzul Fikri Suatu malam Oktober di Surabaya