Tak ada yang salah dari sebuah diam.
Karena melihat doa yang saling beradu di langit senja lebih menyenangkan. Guratan cahaya dan semburat matahari menambah syahdu suasana sore itu.
Membisikkan cinta dalam semesta. Tanpa memberikan alamat tujuan.
Berharap Ia yang akan melabuhkan pada sesuatu yang memuliakan.Ku tau bahwa tak hanya aku yang sedang merayu Sang Kuasa.
Sedikitnya daya upayaku.
Lemahnya kekuatanku, hanya sanggup ku adukan kepadaMu.Aku memilih diam. Tanpa berharap.
Setidaknya aku percaya.Sesuatu yang telah ditetapkan milikmu, maka tetap akan menjadi milikmu selamanya, bagaimanapun cara memilikinya. Namun, ada hal yang membedakan. Kamu mau bersabar dan mendapatkannya dengan cara yang baik atau memaksa untuk lebih cepat dengan cara yang buruk. Semesta telah menentukan waktunya untukmu.
Bahwa yang jauh dan tampak mustahil, dapat saling bertemu, bagaimanapun dijauhkan sebelumnya, jika ada ridho Allah. Dan sedekat apapun juga bahkan sejengkal, bila bukan milikmu maka tidak akan pernah terikat menjadi milikmu, segigih apapun usahamu memaksa.
Dan ketika salah satu diantara kalian ada yang saling mencintai, maka seseorang yang mencintai akan selalu memilih hal yang dapat memuliakan apa yang dicintainya dan mengharapkan kebaikan padanya. Bukan menjerumuskannya dan mencari pembenaran dari hawa nafsu nya sendiri.
Baik itu sesuatu atau pun seseorang.
Surabaya, 26 September 2017; 5.55 WIB
Dalam sebuah keresahan yang tak berujung.