Anak-anak yang Bersyukur

novieocktavia:

Orangtua adalah pintu surga yang paling tengah. Jika engkau ingin maka sia-siakanlah pintu itu atau jagalah ia.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Semoga kita senantiasa menjadi anak-anak yang bersyukur, yaitu yang menerima dengan ikhlas dan lapang siapa yang menjadi orangtua kita. Sebab perihal orangtua, kita tidak memilih, tapi dipilihkan oleh-Nya. Bagaimanapun keadaan mereka, mereka adalah sosok-sosok istimewa yang darahnya mengalir di tubuh kita, yang hatinya terpaut dengan kita dan yang telah memilih untuk mendedikasikan hidupnya untuk kita.

Semoga kita senantiasa menjadi anak-anak yang bersyukur, yaitu yang tidak sampai hati untuk membandingkan pola pengasuhan orangtua kita dengan apa yang kita ketahui sekarang melalui ilmu dan buku-buku yang baru saja kita baca. Sebab, bagaimanapun juga, pengasuhan mereka kepada kita adalah pengasuhan yang terbaik yang bisa mereka berikan, yang tentu tidak bisa dibandingkan dengan dangkalnya ilmu dan pemahaman kita.

Semoga kita senantiasa menjadi anak-anak yang bersyukur, yaitu yang mudah menangkap setiap kebaikan kecil yang dilakukan orangtua terhadap kita, lalu mudah memaafkan setiap kesalahan kecil mereka. Sebab, mereka bukanlah orangtua yang tanpa cela, sebagaimana kita yang juga bukan tanpa cela. Meski lahir dan mendewasa di zaman yang berbeda, semoga kita selalu bisa bertukar makna dengan orangtua kita.

Semoga kita senantiasa menjadi anak-anak yang bersyukur dengan sebaik-baik syukur. Sebab, sebagaimana dijelaskan oleh ustadz Oemar Mita dalam salah satu kajiannya, belumlah bisa kita dikatakan bersyukur kepada Allah atas semua nikmat-Nya jika ternyata masih ada tangis sedih orangtua yang menetes karena kita. Allah, mudahkanlah kami agar senantiasa menjadi anak-anak yang bersyukur, yang menjadikan bakti kepada kedua orangtua sebagai jalan menuju syurga.

Rabbighfirli waliwalidayya warhamhuma kama rabbayani shaghiran.

Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa ayah serta ibuku, kasihanilah mereka sebagaimana kasih mereka padaku sewaktu aku masih kecil.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai