
Konon kabarnya, banyak orang India yang pintar, tetapi ia tidak bekerja membangun India. Hal yang sama, fenomena brain drain ini, juga mengancam Indonesia. Dengan kondisi dalam negeri yang tidak mendukung dan tawaran di luar negeri yang begitu memikat, masihkah ada alasan untuk membangun Indonesia?
Kemaren abis ngobrol via facebook sama kakak tingkat alumni STIS asli Gunung Kidul yang sekarang kerja di Harvard Ash Center for Democratic Governance and Innovation dan tinggal sama suaminya di Massachussets. Kesimpulannya, ‘research skill does matter’. #tamparanbuatdirisendirinih.