Teramat sayang.
Teramat rindu.

Ibu maafkan aku jika sering tak mendengarkan ibu. Maafkan aku jika belum bisa menjadi seperti yang ibu harapkan.

Ibu adalah yang paling tahu dan mengerti dalam rentang jarak ini. Ibu yang tidak ingin membuat anaknya khawatir -akhirnya membuat anakmu ini menyesal karena telat mengetahuinya, Bu.

Ibu yang sejak beberapa waktu lalu menginginkan anak sulungnya untuk pulang, menengok keluarga di rumah. Tapi maaf bu, belum terkabulkan.

Ibu, selamat ulang tahun. Maaf ndak bisa di rumah saat hari istimewa ini. Pun aku, begitu rindu pelukan hangat Ibu. Tetesan air mata selalu mengiringi rindu tiap teringat ibu. Sehat selalu, Bu :“”

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai