Emak

“Mak, kuenya masih?” Tanyaku dari ujung jalan. Semoga masih terdengar oleh Mak yang baru duduk di posyandu.
Aku mendekat. “Tinggal ini, neng.”
“Wah, udah abis ya, kalo gitu gorengannya aja 2 Mak”

Emak membungkus gorengan yang ku pesan.
“Nggak usah pake kantong, Mak, di sini aja” Kataku sambil menunjukkan kantong plastikku.
“Mak rumahnya di mana?”
“Gang Ayub, neng, deket mesjid, ……..”
Mak bercerita panjang lebar tentang rumahnya yang kecil bersama anak dan cucunya. Suaminya di Sukabumi. Di rumah kecilnya, ada tv serta dapur kecil tempatnya memasak. Emak terlihat bersemangat sekali menceritakan kondisi rumahnya. Walaupun sederhana, beliau terlihat sangat bersyukur.

Perbincangan dengan nenek penjual kue pagi itu mengingatkan pada nenek di rumah. Emak yang sudah setua itu setiap pagi menjajakan kue keliling dengan suara khasnya saat menawarkan kue. Warbiyasa!

– Pagi ini banget, di deket posyandu.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai