Empat ratus delapan puluh empat km. Sejauh itulah jarak yang harus ku tempuh untuk sebuah bangku hitam. Bangku itu kadang menyesakkan. Penat. Lelah. Ah, aku butuh engkau. Ibu. Sosok wanita dengan senyum termanis. Seorang wanita dengan hati terlembut. Dan juga engkau, ayah. Sosok lelaki perkasa pelindung kami, anak-anak manja.