fussy, fussy, fussy -,-”

In a hot afternoon, in a place that the people save their money …

Bank Teller: 600 ribu ya?
Innocent girl : Ia. tapi, maaf ya mbak, ini uang infaq, jadi uangnya ribuan gini.
Bank Teller: ya, nggak papa. Coba saya liat.
Innocent girl: (menyodorkan uang ribuan yang sudah diikat rapi)
Bank Teller: Oh ini nggak usah dilipat aja ya,dhek.
Innocent girl: oh, ya mbak. (merapikan uang yang terlipat, meluruskan semuanya.)
Bank Teller: Besok lagi, uangnya diikat per 100ribu kayak gini (liat: pake karet) trus nggak usah dilipat (baca: per 10 rb), dhek.Terus ini dikelompokin aja.
Innocent girl: (kaget, dalam hati: ” Perasaan yang terakhir kali aku ke sini nggak seribet ini, beda teller sih.”)
Bank Teller: Tapi nggak papa. Besok lagi digituin aja, biar adeknya disini nggak lama.
Innocent girl: O iya, mbak (tersenyum palsu).
Kalo uang receh harus dikelompokin per berapa, mbak?
Bank Teller: Dibungkus plastik per 500 keping, dhek. Tapi dibedain yang 100an, 500an, dan lainnya. Kalo bisa koin putih sama kuning juga dipisah dhek.
Innocent girl: oo gitu ya.
Setelah sekian lama merapikan uang, menghitung uang, sambil dibantu mbak teller yang baik hati (?), akhirnya selesai juga.
Bank Teller: (menyerahkan kembali buku tabungan) Makasih dhek.
Innocent girl: ya, mbak. (tersenyum, masih dengan wajah innocence)

–Hadeeh, ternyata malah tambah ribet (maklum, beda tellernya), padahal cuman mau nitip uang doang. Ampuun, deh. So fussy … -,-”
Semoga aja hidupku nggak seribet itu #apa eh.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai