Di Indonesia, umumnya orang enggan untuk bersepeda jika pergi ke kantor atau ke sekolah. Padahal, tahukah Anda di beberapa negara maju sepeda menjadi alat transportasi yang sangat digemari. Hampir seluruh masyarakat di negara tersebut sudah mengetahui manfaat bersepeda.
Selain itu, pemerintah juga berperan penting dalam membudidayakan bersepeda. Pemerintah di negara tersebut menyediakan fasilitas-fasilitas yang memadai bagi para pengguna sepeda. Mereka diberikan pelayanan yang baik dan khusus. Sedangkan bagi para pemilik trasportasi pribadi seperti mobil dan sepeda motor malah dibebani dengan berbagai macam biaya administrasi. Dengan demikian, masyarakat akan cenderung memilih sepeda daripada alat transportasi pribadi yang lain.
Kita tengok saja di Jepang. Meskipun Jepang adalah produsen sepeda motor dan mobil yang sudah maju, kesadaran masyarakat untuk bersepeda sangat tinggi. Buktinya 68 % penduduknya sudah memiliki sepeda.
Hal itu didukung oleh pemerintah Jepang yang memberikan fasilitas yang memadai bagi para pengguna sepeda. Misalnya, pemerintah menyediakan jalur sepeda yang aman dan memadai. Selain itu, tempat parkir sepeda juga murah dan tersedia di mana-mana. Sistem keamanannya juga terjamin. Setiap sepeda harus didaftarkan untuk mendapatkan Bicycle Registration sehingga polisi akan tahu pemilik sepeda dengan mudah. Oleh karena itu, jarang sekali ada kasus pencurian sepeda. Di Jepang, harga BBM juga mahal, sekitar 15 ribu Rupiah per liternya. Akibatnya masyarakat lebih memilih menggunakan sepeda daripada kendaraan pribadi yang membutuhkan BBM.
Satu hal yang unik, bersepeda merupakan mode bagi orang Jepang. Di Tokyo misalnya, jangan heran jika kita akan menjumpai gadis cantik dengan rok mini, high heels dan dandanan keren bersepeda kemana-mana, atau, seorang profesor dengan jas dan dasi lengkap bersepeda pulang pergi ke kampusnya. Memang, bersepeda sudah dicintai semua kalangan.
Selain di Jepang, di negara lain di Eropa, bersepeda juga sudah menjadi kebiasaan. Kita lihat saja di Belanda. Orang-orang Belanda biasanya berbondong-bondong bersepeda di tengah hiruk-pikuk kota dan kesibukan semua orang. Di sana juga ada jalur khusus sepeda lengkap dengan rambu-rambunya. Selain itu, di banyak tempat dengan tanda khusus, kendaraan bermotor wajib mendahulukan atau memberi kesempatan bagi pengguna sepeda untuk melintas.
Itu tadi cerita di luar negeri, bagaimana dengan cerita di Indonesia? Kalau dulu, saat sepeda motor masih dianggap barang mewah dan masih langka, jalan raya memang dipenuhi oleh orang bersepeda. Mereka beramai-ramai bersepeda entah mau ke tempat kerja atau hendak menuntut ilmu. Keadaan itu sungguh sangat berbeda dengan sekarang, jalan raya kini kebanyakan dipenuhi oleh sepeda motor yang saling memacu kecepatan.
Budaya bersepeda di luar negeri memang begitu berbeda dengan di Indonesia. Semoga saja pemerintah mau menyediakan fasilitas-fasilitas yang bisa membuat masyarakat gemar bersepeda serta terus berupaya untuk menjadikan bersepeda sebagai sebuah kebiasaan masyarakat.
Disarikan dari berbagai sumber.