my holiday

hemm, I think there wasn’t something special during my holiday. Precisely, I haven’t got a special thing, guys. :@

Yeah, I am so busy the days, on the second week of my holiday, I just .. go to school >.<

It is so bad actually, I wish that tomorrow will be the last day for me to go t school [it is a MUST !! ]

But, by the way, somehow,  I feel a thing better today , yea, at least there are some hopes for ‘our’ student Cooperation^^ I wish

Hadrah, antara Seni dan Religi

Salah satu bentuk kesenian yang sekaligus membawa pesan religi. Kurang lebih seperti itu hadrah. Mungkin orang tidak banyak tahu tentang salah satu kesenian Jawa yang bernafaskan Islam tersebut. Bentuk kesenian musik yang juga dikenal dengan hadra tersebut memang belum sepopuler jenis kesenian Islam yang lain seperti nasyid.

Kesenian hadrah adalah kesenian yang memadukan nuansa Arab dan Islam. Hadrah dimainkan oleh satu kelompok yang terdiri dari beberapa orang pemukul gendang, penyanyi dan beberapa orang penari. Kesenian ini berkembang di berbagai daerah di nusantara, seperti di Lamongan, Banyuwangi, Gresik, Kalimantan, Madura, dll. Hadrah berkembang di berbagai daerah sehingga membentuk keunikan-keunikan sendiri di tiap-tiap daerah. Di beberapa daerah, hadrah yang telah berkembang dengan kebudayaan daerah tersebut memiliki nama tersendiri, misalnya Hadrah Kuntulan di daerah Banyuwangi, Hadrah Bawean di Gresik, Hadrah Tha’ thu’ di Madura, dan masih banyak lagi.

Hadrah kini telah menjadi aset budaya Bangsa Indonesia. Selain sebagai aset budaya yang mengandung nilai-nilai kesenian daerah, kesenian ini juga memiliki berbagai manfaat. Seperti, membuat peredaran darah lancar sehingga dapat mencegah stroke dan sebagai terapi musik yang memberikan ketenangan batin. Di samping itu, kesenian ini juga bisa digunakan sebagai sarana untuk membangun dan memperbaiki karakter remaja di masyarakat.

Sayangnya, kesenian Hadrah sedikit demi sedikit mulai terpinggirkan di masa modern ini. Padahal kesenian tersebut juga termasuk kekayaan budaya Bangsa Indonesia yang harus dijaga. Sebelum diklaim bangsa lain, sebaiknya salah satu kebudayaan ini segera dipatenkan oleh pemerintah. 

Salah satu remaja yang tertarik pada kesenian ini, Mazdan Maftukha, mengatakan bahwa ia senang karena bisa memainkan alat hadrah diantara remaja-remaja lain yang bisa memainkan alat musik modern.

Terlepas dari sisi seni dan religinya, kesenian hadrah memang sangat perlu untuk dilestarikan kembali. Mengingat di tengah-tengah modernitas ini, kepedulian untuk melestarikan kebudayaan Indonesia dirasa sangat perlu untuk terus ditingkatkan. Tentu kita tidak mau menyesal di kemudian hari jika kebudayaan kita berkurang satu persatu bukan. Last words, “love our culture or you’ll miss it in the future?!”

Mengintip Bersepeda ala Luar Negeri

            Di Indonesia, umumnya orang enggan untuk bersepeda jika pergi ke kantor atau ke sekolah. Padahal, tahukah Anda di beberapa negara maju sepeda menjadi alat transportasi yang sangat digemari. Hampir seluruh masyarakat di negara tersebut sudah mengetahui manfaat bersepeda. 

            Selain itu, pemerintah juga berperan penting dalam membudidayakan bersepeda. Pemerintah di negara tersebut menyediakan fasilitas-fasilitas yang memadai bagi para pengguna sepeda. Mereka diberikan pelayanan yang baik dan khusus. Sedangkan bagi para pemilik  trasportasi pribadi seperti mobil dan sepeda motor malah dibebani dengan berbagai macam biaya administrasi. Dengan demikian, masyarakat akan cenderung memilih sepeda daripada alat transportasi pribadi yang lain.

            Kita tengok saja di Jepang. Meskipun Jepang adalah produsen sepeda motor dan mobil yang sudah maju, kesadaran masyarakat untuk bersepeda sangat tinggi. Buktinya 68 % penduduknya sudah memiliki sepeda.

            Hal itu didukung oleh pemerintah Jepang yang memberikan fasilitas yang memadai bagi para pengguna sepeda. Misalnya, pemerintah menyediakan jalur sepeda yang aman dan memadai. Selain itu, tempat parkir sepeda juga murah dan tersedia di mana-mana. Sistem keamanannya juga terjamin. Setiap sepeda harus didaftarkan untuk mendapatkan Bicycle Registration sehingga polisi akan tahu pemilik sepeda dengan mudah. Oleh karena itu, jarang sekali ada kasus pencurian sepeda. Di Jepang, harga BBM juga mahal, sekitar 15 ribu Rupiah per liternya. Akibatnya masyarakat lebih memilih menggunakan sepeda daripada kendaraan pribadi yang membutuhkan BBM.

            Satu hal yang unik, bersepeda merupakan mode bagi orang Jepang. Di Tokyo misalnya, jangan heran jika kita akan menjumpai gadis cantik dengan rok mini, high heels dan dandanan keren bersepeda kemana-mana, atau, seorang profesor dengan jas dan dasi lengkap bersepeda pulang pergi ke kampusnya. Memang, bersepeda sudah dicintai semua kalangan.

            Selain di Jepang, di negara lain di Eropa, bersepeda juga sudah menjadi kebiasaan. Kita lihat saja di Belanda. Orang-orang Belanda biasanya berbondong-bondong bersepeda di tengah hiruk-pikuk kota dan kesibukan semua orang. Di sana juga ada jalur khusus sepeda lengkap dengan rambu-rambunya. Selain itu, di banyak tempat dengan tanda khusus, kendaraan bermotor wajib mendahulukan atau memberi kesempatan bagi pengguna sepeda untuk melintas.

            Itu tadi cerita di luar negeri, bagaimana dengan cerita di Indonesia? Kalau dulu, saat sepeda motor masih dianggap barang mewah dan masih langka, jalan raya memang dipenuhi oleh orang bersepeda. Mereka beramai-ramai bersepeda entah mau ke tempat kerja atau hendak  menuntut ilmu. Keadaan itu sungguh sangat berbeda dengan sekarang, jalan raya kini kebanyakan dipenuhi oleh sepeda motor yang saling memacu kecepatan.

            Budaya bersepeda di luar negeri memang begitu berbeda dengan di Indonesia. Semoga saja pemerintah mau menyediakan fasilitas-fasilitas yang bisa membuat masyarakat gemar bersepeda serta terus berupaya untuk menjadikan bersepeda sebagai sebuah kebiasaan masyarakat.

Disarikan dari berbagai sumber.

WHEN THE AGED EARTH CRYING

At a silence night

I heard a cry vaguely

I can see

You were crying, my beloved earth

And I know

You have been so weary

To bear all of this problem solely

Human’s handiwork without any responsibility

Their destructive activity thoughtlessly

And now, I can guess that

you feel so hard to breath

you always feel swelter

and get a serious injury

No, I don’t want it happen anymore

Because here we live

Here we undergo our life journey

The earth has given us many things

The earth has given us goods and troops

So, there’s no reason to hurt you

We promise, as the living things live on this earth

We’ll not hurt you hereafter

We’ll cure you from this pain sincerely forever

 

Written by:

Annisa Nurul Ummah

Grade 11

SMA Negeri 1 Bantul

MUCH LOVE FOR INDONESIA

Green it’s nature

Varies its culture

For Indonesia’s bright future

Indonesia

An  archipelago that lies along the khatulistiwa line

A country which has ethnic diversity

The tourist attraction that never stuffy

The people are very friendly

You’ll find those things easily

Indonesia

The lovely country ever

As the kindness never disappear

At last

As you get older

I would like to say happy birthday with pleasure

I wish that prosperity will be with you forever

And …

One thing that I want to do later

Just make you better and prosper

 

Written by:

Annisa Nurul Ummah

Grade 11

SMA Negeri 1 Bantul

MENGURAI MIMPI

Kini aku telah mengukir cerita

Bersama ribuan canda tawa

Mengenggam, memeluk erat cita-cita

Bersama mimpi yang telah terlukis dalam hati

Semua mimpi yang telah,dan masih akan terus kurajut

Dengan sabar kurangkai

Hingga tercipta sesuatu yang indah

Sesuatu yang akan memberi warna

Dan membuat dunia lebih cerah

Memang tidaklah mudah untuk merangkai mimpi itu

Namun aku yakin bahwa aku mampu

Suatu saat nanti kan ku urai mimpiku menjadi kenyataan

Untuk sebuah kemajuan

Untuk sebuah kebanggaan

@a cozy afternoon

Thursday, 24th November 2011

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai