Tidaklah mudah bagi seseorang untuk membagi dirinya ke dalam dua hal atau lebih [tanggungjawab; amanah] secara adil [dengan porsi yang sama].

Ia akan cenderung ke salah satu hal [biasanya di mana tanggungjawabnya lebih besar]. Dan inilah yang membuktikan bahwa “keadilan” itu tidak mudah dilakukan.

hanya pendapat saya; didasarkan pada pengamatan terhadap beberapa sampel di lapangan 😮

capek, tapi seru!

yeah, hari ini jiwa enterprenerku sedang diuji (hallah), yups, seharian jualan es krim dan segala macem di Try Out Sintesa 2012. Seneng sih, apalagi kalo pas yang beli buanyak. hehehe
Ya, inilah kenikmatan berjualan, saat dagangan laris diserbu pembeli,
Walaupun sebenernya udah capek banget ni badan, tenagaku diperas seharian, trus tadi sore masih rapat pemuda sampe habis mahgrib disela derasnya hujan. Terus, malam ini masih harus berkelut (kembali) dengan tugas-tugas pelajar yang nggak ada habisnya, Oh, GOD…give me a little strength to stand..

hanya sedang terhimpit [seperti biasanya]

dan waktu pun mulai kembali mengejarku..
mengejar aku yang baru saja bangun dari jatuhku
lalu aku harusnya berlari
tapi aku enggan
masih ingin menjadi orang yang senggang, santai, dan menikmati semuanya:9
namun,
waktu menuntutku untuk berlari
membereskan semuanya dengan cepat dan baik tentunya
banyak hal yang harus dibereskan
banyak hal yang harus [sekedar] dipikirkan
banyak pula yang harus diteliti kembali, ditata dengan rapi

lalu semua berkumpul di sini, di otakku yang belom semua selnya ikut bekerja
alhasil, kegalauan, kebimbangan, keribetan dan seringnya “kehebohan” [harap maklum kalo ini, hehe] sering muncul
menimbulkan suatu keadaan yang senantiasa membuatku sesak, tertahan, membuncah

tak mampu berkata lagi, ketika aku harus kembali pada keadaan seperti ini, seperti yang biasanya aku rasakan
Baiklah, last words, cuman bisa bilang “wake up!!!!” sama diriku sendiri
Lalu mulutku hanya terus berkata “semangatt!!!”

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai