justhityou:

Bukankah kita mencintai kemungkinan? Membiarkannya mekar di tiap-tiap kesempatan? Mencintai masa sekarang, tapi juga menyimpan rindu kepada masa lalu dan berharap penuh pada masa depan.

Terkadang rasa suka kita kepada rasa melebihi rasa suka kita kepada realita. Terkadang kita senang menebak kemungkinan, memikirkan tiap peluang baik yang dapat ditemui di tiap sudut persinggungan dan melapangkan perasaan untuk diisi dengan mimpi-mimpi indah yang jauh dari jangkauan. 

Dan terkadang lupa ada harga yang harus dibayar untuk tiap hal yang manusia pikirkan ataupun rasakan; Waktu.

Dan waktu memiliki satuan tertentu, yang sayangnya tak dapat diisi kembali  penuh….

Rabu Malam

Terima kasih untuk malam itu, kamu, dan kalian. Iya, ini berbeda, mungkin tak ada guyuran tepung terigu atau kehebohan seperti tahun lalu. Tapi aku mengerti, kalian begitu berarti dalam setiap detik yang telah dan akan terlalui.

Kalian sahabat dan partner terbaik, for sure. Kalian adalah keluarga, iya, kalian semua. Terima kasih. Tak ada kata yang pantas terucap selain itu, karena mulut ini tak mampu melukiskan bahagia yang menyeruak.
Terima kasih untuk kejutan, ucapan, dan doa kalian. Semoga malaikat juga turut meng-amini-nya.
My biggest thanks to God who let me breath until this second, and my mom and dad for everything you’ve done for me. Even the words can’t explain how much I love you.

Doaku untuk Ayah Ibu, dan ketiga bidadari kecilku semoga kebagiaan selalu menyelimuti.
Dan masih sama seperti tahun lalu, doaku masih ada untukmu, dan kamu, dan kalian semua.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai